Minggu , 24 Juni 2018

MIE Formalin Beredar

NONSTOP, MIE-Setelah bakso babi, kini giliran mie formalin. Mie yang dicampur bahan pengawet mayat itu beredar di DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta menemukan adanya mie yang dicampur formalin. Temuan ini setelah petugas melakukan pengawasan dibeberapa pusat perbelanjaan dan pasar tradisional. Saat ini, mie formalin tersebut dijual bebas.
Sumber Nonstop di Dinas Kesehatan menyebutkan, kalau pihaknya memang secara rutin melakukan pengecekan dan pengawasan makanan yang terjual bebas di masyarakat khususnya di pasar. “Saat muncul bakso babi, kami melakukan pengawasan ternyata ada juga mie formalin yang dijual bebas,” tegasnya kepada wartawan, Senin (17/12).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati tidak membantah. “Dinkes sudah melakukan razia secara rutin dan gabungan dengan BPOM, Dinas Peternakan, UKM dan Dinkes,” ujar Dien.
Namun Dien menolak mengungkapkan hasil dari razia tersebut karena wewenang ada di Dinas Kesehatan. “Kita hanya bicara dari sisi kesehatan saja. Soal hasil razia dan jumlahnya sebaiknya tanyakan saja kepada Dinas Peternakan,” tegasnya.
Dien meminta kepada masyarakat agar tetap waspada, terutama saat jajan makanan siap saji di lokasi atau tempat yang belum begitu dikenal. Karena, beredarnya makanan yang dicampur zat kimia sangat membahayakan kesehatan. “Bila daging babi berdampak pada kesehatan secara langsung. Jika, formalin adalah pembunuh secara perlahan-lahan,” tegasnya.
Ia mencontohkan, daging babi mengandung lemak tinggi dan ada cacing pita. “Efek daging babi bisa secara langsung. Sedangkan formalin, itu efeknya lama. Namun keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan,” ungkapnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan DKI Jakarta, Ipih Ruyani tidak menjawab saat dihubungi. Sementara Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian dari Sudin Peternakan dan Perikanan Jaksel, Nurhasan Mas’ud kalau pihaknya akan melakukan razia.
“Jelang natal dan tahun baru memang akan dilakukan razia terhadap peredaran daging dan makanan berformalin. Pada 2011, kami menemukan adanya peredaran daging dan makanan formalin di Jaksel,” terangnya.
Peredaran mie formalin bukan sekedar isu. Pada April 2012, sebuah pabrik pembuat mie di Penjaringan, Jakarta Utara digerebek dan disegel petugas Polres Jakarta Utara karena kedapatan menggunakan bahan pengawet formalin.
Penggerebekan dan penyegelan ini dilakukan karena pabrik pembuat mie skala rumah ini menggunakan bahan pengawet formalin yang lazim digunakan untuk pengawet mayat. Dari hasil razia, petugas menemukan 9 drum cairan untuk campuran pembuat mie yang telah diaduk dengan formalin.
Gubernur DKI Jakarta Jokowi meminta kepada dinas terkait agar segera melakukan razia kepada dinas terkait agar segera dilakukan razia. “Untuk bakso yang dicampur babi saya sudah mkinta Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta agar melakukan razia setiap hari,” ungkapnya.
Selain di Jakarta, pada Senin (17/12) Polda Jawa Tengah menggerebek pabrik di Jalan Pajajaran Nomor 823 Kota Magelang, Jawa Tengah. “Pabrik ini membuat mie formalin,” terang Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng Kombes Mas Guntur Laupe.
Petugas mengamankan, 200 kilogram mie basah berformalin, lima liter formalin, 50 sak tepung terigu dengan berat masing-masing 25 kilogram, satu ons pewarna tartrazine, satu mesin pembuat mi, 15 kilogram adonan mie, timbangan dan satu plastik tawas.
“Pabrik mie formalin ini telah beroperasi selama 20 tahun dan dikelola Suharyanto yang dibantu 10 anak buahnya,” terang Mas Guntur Laupe.
Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorum Niam mengatakan, terungkapnya kasus bakso babi dan adanya dugaan makanan yang dicampur formalin harus menjadi perhatian. “Orangtua harus memperhatikan jajanan yang dibeli oleh anak-anaknya,” terangnya.
Dari hasil penelitian yang dilakukan KPAI, jajanan anak di lingkungan sekolah banyak yang tidak layak dikonsumsi. KPAI sudah mengajak Menteri Kesehatan (Menkes) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk mengurusi jajanan anak-anak.
Penjara 5 Tahun dan Denda Rp 2 Miliar
Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Nuz Nuzulia mengatakan, bagi penjual makanan yang mencampur dengan zat kimia bisa dikenakan sanksi pidana. Ancaman hukumannya lima tahun dan denda mencapai Rp2 miliar.
Terkait bakso yang dicampur dengan daging babi, Kementerian Perdagangan sudah mengambil tujuh sampel tempat penggilingan daging. Pemerintah memerlukan waktu 6-12 hari untuk menguji rumor ini. “Dalam waktu dekat hasil investigasi ini bakal segera keluar. Mudah-mudahan kami bisa berikan pada minggu ini,” ujarnya di Jakarta, Senin (17/12).
Ia menjelaskan, jika hasil pemeriksaan laboratorium ini positif mengandung lemak babi, Kementerian Perdagangan akan memberi sanksi kepada pengelola, yaitu denda Rp2 miliar dan penjara lima tahun.
Tak cuma di Jakarta dan sekitarnya, pengujian kandungan daging babi pada bakso juga dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia. Ini karena isu oplosan daging tak hanya beredar di Jakarta tapi sudah menyebar ke daerah-daerah.
Secara terpisah Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto mengaku, kalau pihaknya sudah menggandeng BPOM untuk melakukan penyidikan terkait beredarnya makanan berzat kimia seperti mie formalin dan bakso babi.
Polda terang Rikwanto juga sudah menahan Eka Prayitno, pemilik kios penggilingan daging yang berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Daging yang dipakai untuk bahan dasar bakso terbukti menggunakan daging babi.
“Kerja sama yakni dengan mencari makanan olahan yang diduga bercampur dengan sapi dan babi serta zat kimia lainnya (formalin). Dari kerja sama tersebut, peran BPOM akan ada sendiri. Sifatnya silent, kami akan ambil sampel dan nanti dikembangkan siapa pelaku dan sumbernya,” janjinya.
Menurut dia, dengan adanya penelitian dari badan pengawas yang relevan, diharapkan masyarakat aman dalam mengkonsumsi makanan terutama makanan olahan. Hal ini juga dilakukan menjelang Natal dan Tahun Baru. Bukan hanya daging babi yang diperiksa melainkan juga barang-barang kedaluwarsa.
Nantinya, kata Rikwanto, BPOM akan mengambil sampel dan langsung diuji di laboratorium. “Di sana ada informasi jika dicurigai nanti akan diteliti. Itu perlu dibuktikan, tidak semua informasi itu benar,” tambahnya.(JJ/RBN)

Share

Check Also

Pilgub Kalbar, Survei LSI Sebut Milton-Boyman di Atas Angin

thejak.co – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Milton Crosby-Boyman Harun digadang-gadang akan berada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *