Minggu , 24 Juni 2018

Hari Ini Aceng Lengser

Nonstop, Pecat-Nasib Aceng HM Fikri akan ditentukan hari ini. Apakah dia tetap menjabat sebagai Bupati Garut, atau dilengserkan.
Sekretaris DPRD Kabupaten Garut, Farida Susilawati menjelaskan, Rabu (19/12), hasil kerja Pansus Pernikahan Kilat Aceng akan dibahas dalam sidang paripurna.
Katanya, jika disetujui, keputusan rapat akan dikirim ke Mahkamah Agung (MA), sebelum diserahkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Adapun maksud dikirimnya keputusan rapat ke MA, untuk meminta kepada penegak hukum tertinggi tersebut menetapkan apakah hasil temuan Pansus bahwa Aceng terbukti telah melanggar UU Pemerintahan Daerah.
“Hasil fatwa MA selanjutnya akan kita rekomendasikan ke Kemendagri,” ucapnya.
Aceng sendiri enggan menanggapi upaya DPRD Garut yang ingin melengserkannya. “Saya no comment,” kata Aceng.
Ia mempersilakan untuk menanyakan kepada kuasa hukumnya. “Silakan Tanya kuasa hukum saya saja,” tuturnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Aceng, Ujang Sujai mengancam akan membongkar “borok” sejumlah anggota DPRD Kabupaten Garut, terkait pemilihan Wakil Bupati pengganti Dicky Chandra.
“Ada kecurangan. Tapi masih terlalu dini untuk dimainkan,” kata Ujang.
Kondisi politik Kota Garut semakin panas. Sejumlah spanduk bertebaran di depan Gedung DPRD Kabupaten Garut. Isinya rata-rata mengkritik perilaku Aceng yang menikahi Fany Octora (18), hanya 4 hari saja.
Sebuah spanduk yang mengatasnamakan Gerakan Garut Menggugat (G3), mendesak kepada DPRD Kabupaten Garut untuk mengusir pejabat yang cacat moral dan cacat akidah. “Selamatkan Garut Sekarang Juga,” demikian salah satu bunyi tulisan di spanduk itu.
Untuk menghindari terjadinya gesekan antara pro dan kontra Aceng, Kepolisian Resort (Polres) Garut akan menurunkan sedikitnya 800 personel yang terdiri dari 500 personel dari Polres Garut, 150 personel Brimob, dan 150 personel bantuan Polda Jawa Barat.
Tak cukup, TNI juga diminta untuk membantu dengan menurunkan personelnya sebanyak 1 SSK dari 303 Raider Kostrad Cibuluh dan 1 SSK Yonif 301 Prabu Kiansantang Kodam III/Siliwangi.
“Kami juga siapkan Baracuda dan mobil Water Cannon,” kata Kapolres Garut AKBP Umar Surya Fana.
Jelasnya, lokasi yang menjadi prioritas pengamanan di antaranya, kantor Bupati Garut, rumah dinas Bupati Garut, dan Gedung DPRD Kabupaten Garut, serta sejumlah obyek vital lainnya. “Pengamanannya sudah dilakukan sejak Selasa (18/12) malam,” jelasnya.
Di kesempatan itu, AKBP Umar mengingatkan agar orang luar untuk tidak “mengobok-obok” Garut. “Kami mencurigai adanya sekelompok orang menginginkan Garut chaos bila laporan Pansus tak sesuai keinginan mereka,” kata Umar.
Asep Boy Sofyan dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang anti dengan Aceng mengancam akan membuat Garut chaos jika hasil sidang paripurna DPRD Kabupaten Garut tidak memuaskan.
“Kalau hasilnya tidak memuaskan, kemungkinan akan ada chaos. Tuntutan kita sudah jelas, Aceng harus turun,” tegasnya.
Berapa massa yang akan diturunkan, Asep memperkirakan sekitar 2.000 orang. “Jika ditotalkan dengan dari elemen lainnya, mencapai 4.000,” pungkasnya.
Katanya menambahkan, elemen massa yang anti Aceng akan menggelar aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kabupaten Garut.
Rencananya, massa anti Aceng akan berkumpul sekitar pukul 09.00 WIB di Simpang Lima, kemudian long march ke DPRD Kabupaten Garut.
Sementara itu, keluarga Fany Octora menyerahkan sepenuhnya nasib Aceng kepada Pansus DPRD. “Kita tidak mau ikut campur urusan politik. Yang terpenting, Pak Aceng sudah minta maaf kepada kita,” kata pamannya Fany, Ayi Rohimat.
Namun begitu, ia berharap hasil kerja Pansus DPRD Garut sesuai kenyataan dan fakta yang ada di lapangan.

Aceng Punya 8 Istri?
Kabarnya, Fany Octora bukan satu-satunya perempuan yang pernah dekat dengan Aceng. Bupati Garut ini dikabarkan memiliki 8 istri. Kabar itu dibantah Aceng.
Mertua dari istri pertama Aceng, Iing Supriadi (72), mengaku tidak pernah mendengar soal itu. “Saya tidak percaya dengan isu itu, karena tidak ada bukti otentik,” kata Iing.
Ia berharap, masalah yang sedang dihadapi menantunya itu segera selesai. Dan Aceng tetap menjabat sebagai Bupati Garut hingga masa tugasnya berakhir.
“Sebagai orangtua, saya berharap Aceng tetap jadi Bupati sampai akhir masa jabatannya. Tapi, karena sedang dibahas pansus, keputusannya saya serahkan ke DPRD,” tukasnya.
Iing adalah bapak dari istri pertama Aceng, Nurrohimah. Sejauh ini, Aceng dan Nurrohimah masih dalam proses cerai.
Meski tidak percaya Aceng punya 8 istri, namun Iing mengiyakan bahwa Aceng pernah menikah dengan Shinta Larasati, perempuan asal Karawang, Jawa Barat, pada Maret 2012 lalu.
“Dia (Aceng) pernah menikah dengan perempuan itu. Ada fotonya, dan saya lihat di TV,” tuturnya.
Menurut informasi yang diperoleh, usai dinikahi, Aceng memboyong Shinta ke Garut. Hanya dua bulan hidup serumah, Aceng menceraikan Shinta.

SBY “Sentil” Aceng
Tidak hanya didemo dan dipaksa turun oleh warga Garut saja. Aceng juga disindir oleh Presiden SBY.
Saat menghadiri acara puncak peringatan Hari Ibu ke-84 di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (18/12), SBY mengatakan, apa yang dilakukan Aceng tidak menghormati lembaga perkawinan dan melanggar UU Perkawinan.
“Kita harus menghormati dan mematuhi lembaga juga UU Pernikahan, sekaligus menjunjung tinggi mora dan etika,” kata SBY di hadapan kaum perempuan.
Agar tidak terulang kembali perilaku serupa, ia meminta seluruh pemimpin baik formal maupun non formal untuk melindungi hak-hak dan menghormati kaum perempuan.
“Ini adalah amanah dan tugas seorang pemimpin yang tidak mudah,” ujar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini.
Namun, SBY tidak menjelaskan bagaimana tegas pemerintah dalam kasus ini, apakah Aceng dicopot dari jabatannya atau tidak. Ia menyerahkan penyelesaiannya kepada DPRD Kabupaten Garut.(AS/OTK/RFS)

Share

Check Also

Pilgub Kalbar, Survei LSI Sebut Milton-Boyman di Atas Angin

thejak.co – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Milton Crosby-Boyman Harun digadang-gadang akan berada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *