Senin , 16 Juli 2018

Untuk Mengurai Kemacetan di DKI Jakarta DPRD DKI Dukung Proyek Jalan Layang

NONSTOP, DUKUNG-Dukungan pembangunan jalan layang untuk mengurai kemacetan di Ibukota terus mengalir. Tidak hanya kalangan masyarakat, politisi di Kebon Sirih pun menyetujui jika pembuatan jalan layang tersebut bisa efektif untuk mengurai kemacetan yang semakin parah.

Seperti diungkapkan ketua fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI, Sjahrial.
Menurut anggota komisi D ini, mengenai jalan layang tersebut sudah dikonsep oleh Gubernur Joko Widodo, namun berbentuk 6 ruas jalan tol.
“Saat ini Pak Jokowi akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat, ahli tata kota, ahli transportasi. Apakah itu memang memecahkan masalah kemacetan,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Namun 6 ruas jalan tol tersebut tidak sepenuhnya dipakai untuk kendaraan pribadi, namun ada juga diperuntukan untuk kendaraan beban berat.

“Pak Jokowi sudah melakukan pertemuan dengan Pak Menteri PU. Tidak seluruhnya jalan tol dalam kota itu untuk umum, ada juga yang diperuntukan untuk keluar masuk pelabuhan. Jika itu bisa mengurai kemacetan kenapa tidak?,” tegasnya.

Dukungan juga diungkapkan ketua fraksi Gerindra DPRD DKI, M Sanusi. Politisi muda ini berpendapat proyek 6 ruas jalan tol dibutuhkan. Pembangunan proyek itu harus dibarengi dengan perbaikan transportasi massal.

“Iya itu dibutuhkan karena ruas kita hanya 6 persen, masih sedikit. Tetapi itu tadi harus dibarengi penambahan moda transportasi yang mumpuni,” kata Sanusi di Gedung Balai Kota, Selasa (29/1/2013).

Ia mengatakan tol dalam kota itu sebenarnya sudah diatur dalam perda lama yang menyangkut Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kewenangannya diatur oleh Badan Pengelola Jalan Tol atau BPJT yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Jadi sebenarnya ini sejalan tetapi supaya ada rasa berkeadilan maka harus juga dibarengi dengan perbaikan transportasi massal karena itu kewajiban dan kita juga tidak bisa membendung orang untuk membeli kendaraan apalagi rasio jumlah jalan kita berkisar 6 persen,” papar Sanusi.

Padahal, kata dia, rasio jumlah jalan di kota besar sudah mencapai 20 persen.

“Jadi kita minimal di atas 10 persenlah. Tetapi pembangunan ruas ini harus dibarengi dengan moda transportasi Jakarta yang mumpuni,” ujar dia.
Menurut Sanusi, pembangunan 6 ruas jalan tol lebih baik dilakukan dengan elevated atau bertingkat di atas tanah Pemda.
“Karena dengan dibangun di atas tanah Pemda ini lebih aman dan akan memperkecil permasalahan sengketa lahan. Jadi pembangunan 6 ruas jalan tol itu dibutuhkan dan yang paling gampang dibuat ruas yang elevated karena mendingan kita kontruksinya ke atas dan itu lebih mudah dihitung kapan selesainya,” kata dia.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum dapat memberikan win win solution terkait pembangunan enam ruas jalan tol yang baru. Sebab, hasil public hearing dengan konsorsium dan pengamat belum ada kesepakatan.
“Loh tadi belum sambung. Kalau sudah win win solution, ya sudah tak putusin tadi,” kata Jokowi usai public hearing di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/1).

Dikatakan Jokowi, dari awal menyampaikan jika pembangunan enam ruas jalan tol tersebut untuk transportasi massal, maka akan menyetujui jika itu disetujui masyarakat luas. Namun, masyarakat harus mengerti kekurangan jalan di Ibukota.
“Tapi kita juga harus ngerti ada fakta rasio jalan di Jakarta itu memang masih kecil,” jelasnya.

Pembangunan secara elevated pun telah disampaikan, namun masih tetap prioritas kepada transportasi massal. Apabila, ingin menambah rasio jalan Jokowi ingin jalan untuk logistik (sarana untuk logistik).
“Itu tadi yang mau saya ambil jalan tengah tapi belum. Belum sambung. Pikiran saya mungkin yang itu dulu karena untuk logistik tapi tetap enggak mau. Nggak sambung. Karena enggak sambung ya belum,” katanya. (YKO/AZ)

Share

Check Also

Normalisasi Kali Angke Didesak Dilanjutkan

thejak.co – Warga Kali Angke, Jakarta Barat, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk segera melanjutkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *