Senin , 24 September 2018

Tarif Parkir Off Street Jadi Rp4.000 per Jam Warga Resah

NONSTOP, PRKIR – Warga Jakarta mengeluhkan kenaikan tarif parkir off street yang kembali naik dalam hitungan bulan saja. Bila pada Oktober 2012, tarif parkir off street naik menjadi Rp3.000 per jam dari awalnya Rp2.000, sekarang di beberapa pusat perbelanjaan sudah menaikkan tarif parkir off street menjadi Rp4.000 per jam.

Sebutlah tarif parkir off street di Pacific Place, Grand Indonesia dan Senaya City yang telah naik menjadi Rp4.000 per jam. Tentu saja kenaikan tersebut membuat pengunjung ketiga pusat perbelanjaan tersebut protes karena tarifnya cukup tinggi.

Kenaikan tarif parkir yang tanpa sosialisasi tersebut sangat disesalkan Noviyanti. Dia sendiri tidak tahu tarif parkir off street sudah dinaikkan menjadi Rp4.000. Hanya saja, akhirnya tahu saat parkir di FX Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, selama dua jam, dia harus merogoh kocek sebesar Rp9.000 untuk membayar parkir.

“Itu sudah dua minggu yang lalu. Saya kaget, kok baru dua jam saya harus bayar Rp9.000. Hitung-hitung saya cuma dua jam. Lalu saya tanya sama petugas tiket parkirnya, katanya tarif parkir sudah dinaikkan. Saya tanya, kok ga ada pengumuman, si petugas cuma mesem-mesem saja,” ungkapnya.

Noviyanti tidak keberatan tarif parkir mau dinaikkan setinggi-tingginya, asalkan Pemprov DKI sudah menyediakan sarana transportasi massal dan angkutan umum yang terintegrasi, nyaman dan aman. Sebab saat ini, transportasi massal di Jakarta belum terintegrasi dengan angkutan umum. Selain itu, angkutan umum di Jakarta masih kurang nyaman dan aman bagi penumpang wanita dan anak-anak.

“Coba bayangin saya jalan sama anak-anak pakai angkutan umum. Jalannya ugal-ugalan. Berhenti seenaknya. Belum lagi kendaraan bermotor yang seenaknya menyalib penumpang yang turun di halte,” tutur perempuan yang menempuh kantornya di kawasan Thamrin dengan mobil pribadi ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kenaikan tarif parkir off street di dalam gedung maupun pusat perbelanjaan merupakan hal yang wajar dan tidak melanggar hukum. Kebijakan tersebut justru dilakukan sebagai salah satu membatasi pergerakan kendaraan bermotor di jalan raya.

“Kenaikan tarif parkir off street boleh saja. Tindakan ini tentu dibarengi dengan pengamatan dan hitung-hitungan dari pengelola gedung sendiri,” kata Basuki atau Ahok di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (4/2).

Keluhan masyarakat yang menilai tarif terlalu tinggi, dinilainya merupakan hal yang biasa. Namun dia yakin, dengan kenaikan tarif tersebut, tidak ada kaitannya dengan penurunan jumlah pengunjung di pusat perbelanjaan.

“Artinya, tidak ada masalah dengan kenaikan tarif parkir dengan sepi atau tidaknya pengunjung yang datang. Bila ini dilakukan, orang lebih baik menggunakan transportasi umum dan bisa mengurangi kemacetan,” ujarnya.(YKO)

Share

Check Also

Anies-Djamhuron dan Atlet Asian Games 2018 Nobar Film Wiro Sableng

TheJak – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar nonton bareng (nobar). Bersama Ketum KONI DKI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *