Senin , 20 Agustus 2018

Kelaparan, Korban Banjir Banten Ngemis di Jalan Tol

NONSTOP, LAPAR-Nasib korban banjir di Serang, Banten tragis. Warga terpaksa ngemis di jalan tol lantaran kelaparan.
“Duit ini untuk beli nasi bungkus. Saya belum makan, tak mandi dan tidak ada bantuan di sini,” keluh warga yang mengungsi di ruas jalan Tol jalan tol Tangerang-Merak KM 57, Rabu (22/1).
Selain orang dewas, para anak-anak juga berdiri di tengah jalan sambil memegang kardus dan kaleng untuk meminta duit kepada pengguna jalan. Seperti diberitakan, warga mengungsi di tol karena rumah mereka terendam luapan air Sungai Ciujung setinggi 1,5 meter.
Sementara itu, sebanyak 1.100 rumah di Kabupaten Tangerang, Banten, terendam banjir akibat luapan sungai Cisadane. “Hari ini ada 1100 rumah yang terendam banjir akibat luapan sungai Cisadane,” kata Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar ditemui di Pintu Air 10 Pasar Baru Kota Tangerang, kemarin.
Banjir yang menggenangi 1100 rumah tersebut merupakan dampak dari dibukanya bendungan pintu air 10 di Pasar Baru Kota Tangerang. “Kita sedang proses evakuasi dan membantu warga yang terendam banjir agar tidak ada korban jiwa,” tegas Zaki.
Ia menambahkan, saat ini pengawasan terhadap pintu air masih dilakukan karena arus dari Bogor masih tinggi. “Kita juga berkoodinasi dengan penjaga pintu air untuk memantau perkembangan debit air,” ujarnya.
Berbut Nasi Bungkus
Gara-gara minim bantuan, pembagian nasi bungkus korban banjir di posko pengungsian Tol KM 57 Tol Jakarta-Merak saling tersebut berebutan untuk mendapatkan makanan.
Warga yang berasal dari Desa Undar Andir, Keragilan, Serang, Banten, saling dorong dan perang mulut. “Saya duluan, kenapa nyelak,” teriak warga yang berebut nasi bungkus, kemarin.
Untungnya kerusuhan warga itu ada pasukan TNI dan polisi yang mengawal proses pembagian nasi bungkus. “Yang ngungsinya aja ada seribuan. Ini makanan kurang, kita bingung baginya,” kata relawan, Hanafi, saat pembagian nasi bungkus di lokasi pengungsian.
Udin (40) yang rumahnya terendam sekitar 1 meter mengaku, bantuan untuk korban banjir kalau masih kurang. “Makanan bayi dan selimut juga tidak ada,” keluhnya.
Udin mengaku, warga di posko pengungsian juga panik lantaran adanya BlackBerry Mesengger (BBM) dan pesan singkat (SMS) berantai. BBM dan SMS yang membuat warga panik itu mengatasnamakan Wakil Gubernur Banten Rano Karno.
Dalam pesan itu, Rano mengimbau masyarakat yang berada di sekitar Sungai Ciujung untuk mencari posko aman karena bendungan Pamaranyan sudah tidak dapat menampung air. “Rumah saya belum banjir. Tapi nerima SMS yang mengatasnamakan Rano Karno dan juga dengar informasi dari bendungan, saya panik. Sama keluarga langsung mengungsi ke tol,” kata Fadil salah seorang pengungsi.
Berikut isi BBM yang beredar: ‘Pagi ini pemprov banten bpk Rano Karno meminta maaf kpd warga banten, karna tanggul ciliwung dan pamarayan pagi ini tgl 21 Januari 2014 pukul 9.30, terpaksa di buka kembali,karna sudah tidak kuat menahan tekanan air yang datang dri arah bandung & bogor,mohon warga banten untuk segera siaga 1,air akan datang sekitar 4 jam dri tanggul di buka,ini dilakukan pemprov,unk menanggulangi agar banjir tidak semakin berlarut2,unk warga banten yang berada daerah ciujung,ciknde,dan daerah sekitarnya,mohon unk segera cari posko aman,mohon yang sudah trima pesan ini,langsung infokan ke saudara2 yang lain’.
Sementara Kabiro Humas dan Protokol Provinsi Banten Siti Maani Nina, membantah hal tersebut dan menyatakan bahwa kabar berantai tersebut tidak benar. Pemprov juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap banjir dan jangan terlalu menanggapi isu yang dapat membuat suasana tidak kondusif.
“Pak Wagub tak pernah ngasih pernyataan itu. Itu karena waktu itu debit air di Payaran baru tujuh ratusan jadi Pak Wakil Gubernur tidak pernah menyampaikan pernyataan itu,” terang Siti Maani Nina.(GUN)

ngemis di tol

Share

Check Also

Oki Setiana Dewi Rintis Usaha Oleh-oleh Khas Bandung

thejak.co – Setelah membuka usaha toko kue, rupanya tak membuat Oki Setiana Dewi merasa puas,terbukti ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *