Minggu , 24 Juni 2018

Diplot Gantikan Jokowi, Putra Ali Sadikin Dorong Si Oneng

NONSTOP, CALON-Boy Sadikin patut diacungi jempol. Putra Gubernur Jakarta Ali Sadikin yang menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta itu ternyata bukan tipe politisi yang ‘kemaruk’ jabatan.
Boy rela jika pengganti Jokowi diserahkan ke kader Banteng yang lain seperti Rieke Diah Pitolaka alias Oneng dan Maruarar Sirait alias Ara. Bahkan, Wakil Ketua DPRD DKI ini juga menyebut kader seniornya yakni mantan Pangdam Udayana Adang Ruchiatna.
Kenapa Boy tidak mau? “Saya belum siap, belum siap, karena saya lihat permasalahan di Jakarta ini sangat berat dan kompleks,” kata Boy di sela-sela acara deklarasi pemilu damai di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (12/3).
“Saya nggak mau lah nanti tidak sesuai dengan harapan rakyat ibukota. Dan akan membuat nama partai jadi buruk dan nama almarhum bapak saya (Ali Sadikin) juga,” terang Boy dengan nada santai.
Dari penelusuran Nonstop, nama Boy memang layak duduk sebagai Wagub DKI Jakarta jika Jokowi jadi Presiden. Selain paham persoalan ibukota, Boy juga dinilai mewarisi sifat Ali Sadikin yang tegas, berani dan pro rakyat.
Bahkan kader-kader PDIP di akar rumput seperti DPC, PAC dan Ranting ingin jika pengganti Jokowi adalah Boy. “Dia tipe pekerja keras dan tidak maruk (rakus) jabatan,” terang kader PDIP di PAC.
Dukungan Boy juga datang dari berbagai partai yang ada di ibukota. Sebut saja PPP dan Golkar yang menilai Boy layak menduduki kursi Wagub untuk berdampingan dengan Ahok.
Sementara Partai Gerindra tidak mau berspekulasi. Partai besutan Prabowo Subianto itu yakin kalau Jokowi tidak akan maju sebagai capres. Tapi, jika Jokowi nyapres, maka penggantinya bisa saja bukan dari PDIP.
“Wakil Gubernur diusulkan oleh partai pengusung dan dipilih oleh DPRD. Bisa saja dari Gerindra,” kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Muhammad Taufik kepada Nonstop, kemarin.
Taufik mengatakan, cara seperti itu memang sudah diatur dalam UU Pilkada. Calon dari Gerindra bisa menjadi Wakil Gubernur (Wagub), jika Basuki T Purnama alias Ahok naik menjadi Gubernur, asalkan ada persetujuan bersama partai pengusung, dalam hal ini partai asal Jokowi yaitu PDIP. “Itu persetujuan partai pengusung. Bisa saja selama ada kesepahaman,” terang mantan Ketua KPUD DKI ini.
Jokowi memang santer dikabarkan akan segera dideklarasikan sebagai capres PDIP sebelum Pemilu 9 April. Meski begitu, Taufik masih tak yakin Jokowi akan mencapres tahun ini.
“Saya yakin Pak Jokowi itu konsisten dengan yang diucapkan, dia akan membereskan Jakarta selama lima tahun. Karena perlu sentuhan dia untuk meletakkan pondasi sistem pemerintahan,” tutur Taufik.(JJ/SOF)

rieke-pitaloka121110b

Share

Check Also

Pilgub Kalbar, Survei LSI Sebut Milton-Boyman di Atas Angin

thejak.co – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Milton Crosby-Boyman Harun digadang-gadang akan berada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *