Senin , 18 Desember 2017

Anak Tusuk Ayah Tiri Hingga Tewas

NONSTOP,TUSUK-

Penusukan Ilustrasi.
Penusukan Ilustrasi.
Warga Taman Sari, Jakarta Barat, digemparkan dengan pembunuhan terhadap Kardi (50) di kamar kos di Jalan Kerajinan I, RT 12/10, Kelurahan Keagungan, Taman Sari, Jakarta Barat, Senin (17/3) dini hari.
Kardi tewas ditusuk oleh anak tirinya, Tendy Hermansyah (24) menggunakan badik lantaran kesal menghamili ibu kandungnya hingga melahirkan tanpa mau bertanggungjawab.
Menurut Amei (36), warga sekitar, korban pernah menikah siri dengan ibu pelaku, yang diketahui bernama Sandi.
“Pas semalam memang terdengar keributan di kontrakannya, dan tiba-tiba korban teriak Allahu Akbar, lalu keluar dibajunya banyak darah kayakya tertusuk di dada kanannya,” ujar Amei, Selasa (18/3).
Kata dia, sebelum berkelahi pelaku meminta pertanggungjawaban kepada korban karena telah menghamili ibu kandungnya. Tapi, korban tidak mengakui hingga akhirnya terjadi perkelahian.
“Korban katanya sudah pergi tujuh bulan, nah pas tujuh bulan anak yang di kandung ibunya sudah lahir. Ni orang (pelaku) nyari-nyari korban untuk minta pertanggung jawaban, tapi korban enggak mau,” tuturnya.
Sementara menurut Heri, ketua RT setempat, mengatakan, saat kejadian warga sempat mengepung pelaku. “Jadi pas nusuk ayah tirinya, warga langsung ke atas (kontrakan) untuk ngamanin tuh pelaku,” kata Heri di lokasi kejadian.
Menurut dia, pelaku kesal dengan pelaku yang meninggalkan ibunya saat hamil hingga melahirkan. “Dia sakit hati sama korban, makanya cekcok terus langsung ditusuk,” lanjutnya.
Heri menuturkan pelaku dan korban bukanlah warganya. Dan ia juga mengatakan hal seperti ini baru sekali terjadi di wilayahnya.

“Mereka bukan orang sini. Dan memang tidak ada laporan soal yang tinggal di kosan. Yang pasti semalam itu masalah keluarga,” ucap Heri.
Sedangkan, Vivi pemilik kos mengatakan, pelaku baru tinggal dua minggu dan sebelumnya ditempati paman pelaku.
“Dia baru di sini, saya aja belum tahu namanya tapi dia gantiin pamanya yang pulang kampung,” ujar Vivi, pemilik kosan yang berada di lantai dua warteg miliknya.
Vivi mengakui, dirinya saat kejadian sedang tertidur dan baru tahu ketika sudah ramai-ramai. “Saya bangun udah ramai-ramai sudah ada yang berdarah. Dan saya enggak tahu siapa,” jelas Vivi.
Kapolsek Tamansari, AKBP Adi Vivid menyebutkan, korban tewas dengan luka tusuk di bagian dada kanan. Korban sempat dilarikan ke RS Husada untuk diberi tindakan medis, namun nyawanya tidak tertolong saat hendak diangkut petugas ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Saat ini korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, untuk diautopsi,” kata Adi.
Adi juga mengatakan, tersangka Tendy memang kerap membawa badik yang diselipkan di belakang pinggangnya. “Dia (pelaku) selalu membawa badik ke mana-mana,” ujar Adi.
Selain itu, Tendy juga kerap menyimpan badik tersebut di bawah bantal saat dirinya sedang tidur. Namun, dia belum bisa memastikan apakah tersangka sudah merencanakan penusukan tersebut.
“Yang jelas dia bawa pisau sebelum kejadian, dia bisa saja mengelak, tetapi akan kita temukan faktanya nanti kalau penyelidikan selesai,” tukasnya.
Saat ini, lanjut Adi, pihaknya menjerat Tendy dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.(AGS)

Share

Check Also

Dapat 30 Kursi, Gerindra Jawara Kebon Sirih

TheJak – Partai Gerindra dipastikan akan menjadi juara di Jakarta. Partai berlambang Garuda ini bakal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *