Senin , 25 September 2017

Diintimidasi, Petinggi Blue Bird Khawatir Dimunirkan

PT-blue-bird-logook

NONSTOP,ANCAM- Salah seorang petinggi perusahaan Taksi Blue Bird Mintarsih A. Latief mengaku mendapat intimidasi dari direksinya sendiri. Dia pun khawatir “dimunirkan” oleh para direksi perusahaan taksi tersebut.

Mintarsih mengungkapkan dirinya mendapat intimidasi sebelum RUPS PT Blue Bird Taxi pada tanggal 11 Mei 2015 berlangsung hingga selesai. “Saya mendapat intimidasi sejak sebelum RUPS,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Menurut Mitarsih, intimidasi itu sudah dilakukan keluarga pemegang saham armada taksi yang dipimpin Purnomo Prawiro tersebut mulai dari mendatangkan puluhan Brimob berseragam dan bersenjata serta belasan petugas keamanan internal.

Bahkan, dia juga mengaku hanya dapat mengikuti RUPS setelah identitasnya diperiksa di setiap lantai gedung Blue Bird Taxi setiap jamnya. Ironisnya, pemeriksaan berlebihan yang diikuti pemeriksaan beberapa serial sidik jari kanan dan kiri tersebut diawasi aparat kepolisian

Mintarsih mengaku miris dengan kelakuan adik kandungnya, Purnomo Prawiro yang menggunakan pengaruhnya terhadap kepolisian. Padahal dirinya mantan direktur dan pemegang saham 21 persen lebih di perusahaan taksi tersebut.

Wanita yang sudah lanjut usia ini merasa di teror, namun tidak dapat berbuat apa-apa. Sempat terbayang di pikiran Mintarsih, bahwa dia bisa saja berpulang dengan nama karena saat pemeriksaan dirinya tidak boleh mengajak pendamping.

“Bahkan saya saat RUPS dirinya tidak boleh meminum obat dan air minum yang dibawanya karena disita oleh aparat keamanan saat hendak memasuki ruang rapat,” ujarnya.

Mintarsih menuturkan, dengan mendatangkan puluhan polisi tersebut terkesan jelas bila Direksi Blue Bird pimpinan Purnomo cs hendak mengintimidasi pemegang saham lain yang tidak ingin sahamnya beralih ke Purnomo cs.

“Jadi bisa dibayangkan ketakutan yang sangat dialami Mintarsih karena harus menghadapi puluhan Brimob bersenjata yang seakan siap menghantam dirinya kapanpun Purnomo memberikan komando,” tuturnya.

Mintarsih menilai, Purnomo sepertinya sudah membohongi Kepolisian sehingga pimpinan Polri mau menurunkan puluhan Polisi hanya untuk menjaga RUPS PT BLUE BIRD TAXI yang akan dihadiri Mintarsih yang memiliki pandangan berbeda dengan Purnomo Prawiro.

“Saya merasa diperlakukan seperti Teroris karena harus ditekan sedemikian rupa,” cetusnya.

Bahkan Mintarsih merasa hidupnya bisa saja berakhir seperti almarhum Munir karena saat itu dia hanya seorang diri harus menghadapi puluhan petugas keamanan dan polisi bersenjata dan pemegang saham lain yang dikomandoi Purnomo Prawiro.

Sementara soal RUPS, Mintarsih berkeyakinan cara cara yang diambil Purnomo Prawiro ini jelas merusak dunia bisnis. Bagaimana tidak, dengan membuat aturan aturan yang hanya disepakati pihaknya sendiri, Purnomo telah merampas saham milik pemegang saham yang lain dengan mudah.

Mintarsih mengungkapkan, PT Blue Bird Taxi berdiri sejak tahun 1971, namun sampai saat ini belum sanggup membayar gaji Direksi, Komisaris maupun dividen. Anehnya malah akan memperbesar usahanya dengan mencekik modal dari para pemegang saham PT Blue Bird Taxi bukan dari pinjaman bank. dan bagi yang tidak sanggup menambah dana penambahan modal maka sahamnya akan diambil.

“Cara dzalim seperti ini harus disikapi serius masyarakat. Karena saya yang notabene kakak kandungnya sendiri saja dihabisi sedemikian rupa, bagaimana dengan masyarakat yang kemarin turut membeli saham PT Blue Bird (tanpa kata TAXI) di bursa saham beberapa waktu lalu?,” pungkasnya.(IRM)

Share

Check Also

Akun Medsos Egy Maulana Vikri Diretas, Pelaku Dituding Dengki

thejak.co РTak hanya panen gol dalam ajang Piala AFF 2017, Egy Maulana Vikri juga panen ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *