Selasa , 19 Desember 2017

Dewan Minta Konsisten Tutup Seluruh Diskotik

Salah satu diskotik yang di tutup pemprov DKI.
Salah satu diskotik yang di tutup pemprov DKI.

NONSTOP.com- Wacana penutupan diskotik yang digulirkan DPRD Jakarta, mendapat dukungan dari sejumlah kalangan. Salah satunya dari Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar).
“Kita mendukung DPRD untuk menutup seluruh diskotik di Jakarta,” kata Ketua Umum Katar, Sugiyanto di Jakarta, Senin (28/9).
Sugiyanto menilai, keinginan dewan untuk menutup diskotik sudah sangat benar. Apalagi, banyaknya pelanggaran jam operasional diskotik selama ini, karena lemahnya penegakan Perda yang ditugaskan kepada Satpol PP.
“Saya melihat Satpol PP gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak perda,” sindirnya.
Bukti Satpol PP gagal sebagai penegak perda lanjutnya, terlihat dari kian suburnya praktik asusila, peredaran narkoba dan pelanggaran jam operasional diskotik. Dia menduga, pelanggaran tersebut terjadi karena adanya pembiaran dari Satpol PP. Karena itu, ia menyarankan jam operasional diskotik diperketat hingga pukul 22:00 WIB.
“Kami berharap DPRD konsisten dan tidak bergeser dengan usulan penutupan diskotik. Perketat jam operasional hingga pukul 22:00 WIB atau ganti pimpinan Satpol PP DKI dengan orang yang tegas sebagai penegak perda,” tegasnya.
Menurut SGY sapaan akrabnya, penutupan tempat hiburan malam tersebut harus segera direalisasikan dewan. Sehingga, wacana tersebut tidak liar dan dianggap negatif oleh masyarakat. Apalagi untuk menutup diskotik yang melanggar jam opersional, dasar peraturan yang dipakai dewan cukup kuat, yakni Perda tentang Kepariwisataan.
“Semoga dewan membuktikan niatnya dan jangan dijadikan usulan tersebut sebagai bargaining alias alat untuk tawar menawar,” sindirnya.
Gubernur Ahok menyatakan, pengawasan jam operasional diskotek telah diperketat dam telah diatur dalam Perda Kepariwisataan.

“Makanya harus dibedakan diskotek dengan (diskotek) orang main narkoba,” kata Ahok, Senin (28/9).

Pengaturan jam operasional hiburan malam kata dia tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 98 Tahun 2004 tentang waktu penyelenggaraan industri pariwisata di Jakarta.
Dalam aturan itu, diatur jam operasional diskotek hingga pukul 03.00 dini hari.

“Kenapa DPRD enggak usul sekalian tutup hotel yang esek-esek itu? Makanya saya tanya sama DPRD yang ngomong, karena mereka lebih tahulah soal Mangga Besar dan (hotel) di Ancol itu di mana,” dalihnya. (GAN)

Share

Check Also

Pemenang Pengadaan Tanah Merah Bantar Gebang Diduga Hasil ‘Main Mata’

  Thejak – Proses lelang pengadaan tanah merah untuk landfil di TPST Bantar Gebang diduga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *