Selasa , 19 Desember 2017

Gubernur Ahok Perbolehkan Diskotek Buka 24 Jam Nonstop

Ilustrasi
Ilustrasi

NONSTOP.com-Astaga, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tidak mempersoalkan masalah operasional diskotek. Bahkan dia mempersilahkan diskotek untuk beroperasi selama 24 jam. Asalkan, kata dia, tidak ada peredaran narkoba di dalamnya.
Pernyataan Ahok ini langsung diperdebatkan DPRD DKI Jakarta. Dalam Peraturan Gubernur Nomor 98 Tahun 2004, jam operasional diskotek diatur hingga pukul 02.00. Namun, DPRD DKI berharap jam operasional diskotek dapat dimajukan sampai pukul 00.00 saja.
Pasal 2 Ayat 4 dari SK yang ditandatangani mantan Gubernur DKI Sutiyoso itu secara spesifik mengatur waktu penyelenggaraan setiap jenis usaha pariwisata termasuk hiburan malam. Diskotek misalnya, hanya diperbolehkan untuk beroperasi dari pukul 19.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB.
Meski demikian, pasal kelima dari SK tersebut menyatakan usaha rekreasi dan hiburan yang diselenggarakan di hotel berbintang diselenggarakan dengan mengacu kepada Pasal 2 ayat kedua. Ayat kedua dari Pasal 2 menyatakan bahwa usaha diperbolehkan untuk buka setiap hari selama 24 jam.
“Saya lagi debat sama mereka (DPRD). Perpanjangan 24 jam juga boleh diskotek, asal di hotel dan tidak ganggu orang,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (4/10).
Sebenarnya, kata Ahok, yang menjadi sorotan bagi Pemprov DKI bukan masalah jam operasional namun peredaran narkoba yang sering terjadi di diskotek. Oleh karena itu, Ahok mengancam akan menutup usaha diskotek tersebut bila ada pengusaha bahkan pemakai yang terbukti mengedarkan dan memakai narkoba di dalam diskotek.
“Di situ disebut kalau si pengusaha edarkan narkoba maka itu ditutup. Pasti dia enggak mau ngaku, pasti dia bilang satpam atau pegawai yang edarkan. Saya mau kalimat lebih keras, kalau ketemu ada yang pakai atau bawa narkoba 2 kali saja, itu tempat ditutup,” tegas Ahok.
Lanjut Ahok, upaya tersebut dilakukan agar pengusaha lebih ketat dalam menjaga diskotek miliknya dari aktivitas peredaran dan penggunaan narkoba.
“Sehingga pengusaha akan geledah orang yang mau masuk. Itu baru bener. Mau masuk digeledah dong. Sama kayak bandara, itu saya bilang kalau ketemu 2 kali pakai ya harus tutup,” tutupnya.(HW)

Share

Check Also

Pemenang Pengadaan Tanah Merah Bantar Gebang Diduga Hasil ‘Main Mata’

  Thejak – Proses lelang pengadaan tanah merah untuk landfil di TPST Bantar Gebang diduga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *