Selasa , 19 Desember 2017

Polling Penutupan Diskotek di Jakarta Heboh di Facebook

Gubernur Ahok dan Wakil Ketua DPRD Muhamad Taufik di Gedung DPRD Jakarta.
Gubernur Ahok dan Wakil Ketua DPRD Muhamad Taufik di Gedung DPRD Jakarta.

NONSTOP.com-Polling penutupan diskotek heboh di dunia maya, facebook. Hanya beberapa jam dibuka, ratusan facebooker memberikan tanda suka terhadap polling tersebut.
Pro kontra pembatasan dan penutupan diskotik yang digulirkan DPRD Jakarta, tidak hanya terjadi di dunia nyata. Isu tersebut juga tak kalah hebohnya di dunia maya.
Dari penelusuran Nonstop, di Facebook, Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik lewat akun Muhammad Taufik, membuka polling soal apakah diskotek di Jakarta ditutup atau hanya dibatasi?

Baru empat jam dibuka (Rabu 30/9), polling sudah dibanjiri
ratusan warga Jakarta. Komentar warga pro kontra. Ada yang setuju ditutup, ada juga yang setuju dibatasi jam operasionalnya.

Seperti Aink Vikerzz menilai, sebaiknya tempat hiburan malam dibasmi. Selain hiburan malam, dia juga meminta agar tempat prostitusi dibasmi.

Begitu juga dengan dengan Ine Herawati S yang mendukung diskotik ditutup. “A. Setuju ditutup,” tulisnya.
Yang nyeleneh adalah Hendra Azis. Dia tidak meyakini tempat dunia gemerlap di Jakarta bisa ditutup.
“Siapa yang berani menutup diskotik karena bekingnya orang kuat,” tulisnya.

Seperti diberitakan, DPRD sedang mendesak Pemprov DKI Jakarta soal diskotek. Sebab, hiburan malam diduga dijadikan tempat pesta narkoba.
Saat dihubungi Nonstop, M Taufik membenarkan kalau dirinya ingin melihat respon warga ibukota soal pro kontra diskotek.

Selain diskotek, Taufik juga berencana akan meminta pemprov menutup tempat esek-esek.
“Responnya bagus kok. Warga DKI mendukung ini. Kami juga akan dorong agar tempat esek-esek ditutup saja sekalian. Saya setuju tempat esek-esek ditutup,” tegas Ketua Gerindra DKI ini.

Dia menjelaskan, penutupan diskotek dan tempat esek-esek tidak akan mempengaruhi pendapatan daerah. “Dari tempat esek-esek dan hiburan malam enggak terlalu besar PAD-nya,” ucap Taufik.

Taufik menyatakan, pembatasan jam operasional atau penutupan diskotek dilakukan berkaitan dengan maraknya peredaran narkoba. DPRD DKI, sambung dia, akan meminta data kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso berkaitan peredaran narkoba di diskotek.

Menurut Taufik, penutupan diskotek akan berpengaruh terhadap pemakai narkoba. Pasalnya, para pemakai narkoba tidak memiliki sarana yang mendorongnya untuk mengonsumsi barang haram tersebut.

“Gini, narkoba itu kalau sarananya ditutup, dia enggak ada tempat mengekspresikan untuk minum. Enggak mungkin dia gedek-gedek di rumah, kan harus dengan musik yang keras gedek-gedek itu,” ungkap Taufik.

Kini, keputusan ditutup atau tidaknya diskotek berada di tangan Ahok. Sebagai gubernur, apakah dia berani membasmi diskotek yang menjadi tempat peredaran narkoba?

“Semoga aja Ahok mau mengurusi narkoba. Anjing aja dia mau bikin aturannya, masa narkoba tidak?,” celoteh akun Ay Jakarte.
Sebelumnya, Gubernur Ahok mempertanyakan usulan DPRD soal pengetatan jam buka diskotik. Ahok mengklaim, jam operasional diskotek sudah diperketat selama ini.

Ahok justru menyatakan, harusnya anggota DPRD juga menyarankan penutupan hotel esek-esek. Apalagi ia menilai anggota DPRD pasti hafal lokasi hotel.

“Kok nggak usut hotel-hotel yang agak esek-esek itu. Makanya saya tanya sama anggota DPRD yang ngomong, dia lebih tahu di Mangga Besar ada di mana, di Ancol di mana,” katanya, Senin (28/9) .

Menurut dia, seharusnya anggota dewan juga menyarankan penutupan itu. Bukan hanya soal diskotek, lantaran diduga menjadi tempat peredaran narkoba yang merusak generasi bangsa.

Ahok menyebut, jam operasional diskotek sudah diperketat. Selain itu, pengawasan peredaran narkoba juga ditingkatkan. Termasukan aturan tegas yang akan diberikan jika terbukti menjadi sarang jual beli barang haram tersebut. (GAN/BCR)

Share

Check Also

Pemenang Pengadaan Tanah Merah Bantar Gebang Diduga Hasil ‘Main Mata’

  Thejak – Proses lelang pengadaan tanah merah untuk landfil di TPST Bantar Gebang diduga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *