Jumat , 20 Juli 2018

Ahok was-was Boroknya Dibongkar Sunny di KPK

Agung (kiri) dan Sunny di Gedung KPK.
Agung (kiri) dan Sunny di Gedung KPK.

Pasca Ahok, kini giliran Staf khususnya Sunny Tanudwijaja digilir penyidik KPK. Ia diperiksa terkait dugaan suap Reklamasi di pesisir Jakarta yang melibatkan mantan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi. Apakah Sunny akan membongkar aib Ahok?

Setelah dicegah ke luar negeri, Sunny Tanuwidjaja diperiksa KPK. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, tersebut diperiksa terkait dugaan suap anggota DPRD DKI Jakarta dalam pembahasan Raperda Reklamasi. Tak hanya Sunny, bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan juga diperiksa kasus yang sama.

Keduanya datang di Gedung Antirasuah nyaris bersamaan. Sunny tiba pukul 09.14 WIB sedangkan Aguan menyusul kemudian, pada pukul 09.30 WIB. Aguan dan Sunny pun langsung memasuki lobi dan duduk di ruang tunggu KPK.

Saat ditanya wartawan, Sunny hanya berkata, “(Saksi) untuk Sanusi dan Ariesman,” ucap Sunny sambil masuk ke dalam gedung KPK.

Sementara Aguan tak banyak bicara. Saat ditanya soal kasus suap reklamasi Pantai Utara Jakarta, dia hanya tersenyum.

Dia memilih menghindar dari pertanyaan wartawan dan langsung masuk ke dalam Gedung KPK.

Ada pemandangan menarik saat Aguan dan Sunny berada di ruang tunggu KPK. Aguan yang mengenakan batik lengan panjang berwarna ungu tampak menatap tajam Sunni yang berbatik lengan pendek.

Dengan wajah sangar, Aguan berdiri tegak sementara Sunny membungkuk sambil tersenyum. Tidak diketahui apa yang Sunny dan Aguan bicarakan. Menyangkut reklamasi, Entahlah?

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha mengatakan, pihaknya tidak akan mengonfrontir keterangan dari Sunny dan Aguan. “Tidak (tidak untuk dikonfrontir),” ujar Priharsa.

Senada, Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menjelaskan, alasan pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap Aguan dan Sunny untuk menanyakan beberapa informasi seputar Raperda Reklamasi.

“Untuk mengkonfirmasi sejumlah informasi-informasi terkait pembahasan raperda. Hal ini karena dibutuhkan penyidik,” kata Yuyuk

Yang pasti Sunny sudah lama mengenal Aguan. Bahkan, bekas Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi yang ditangkap KPK bersama Bos Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja, menuding Sunny sebagai penghubung konglomerat pemilik pulau reklamasi, termasuk Aguan, dengan Ahok.

Sunny Akui Sebagai Mediator Ahok ke Pengembang

Sunny keluar dari markas lembaga antikorupsi sekitar pukul 17.55 WIB. Diperiksa kurang lebih selama 8,5 jam, ada empat garis besar pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Sunny.

Di antaranya, terkait tugas Sunny di Kantor Gubernur DKI Jakarta. Penyidik juga menanyai peran Sunny dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tetang Reklamasi Pantai Utara Jakarta, hingga hubungannya dengan Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi.

“Ditanya yang simple-simple saja. Mengenai tugas dan fungsi saya di kantor gubernur. Kemudian peran saya dalam pembahasan Raperda dan hubungan saya dengan tersangka M Sanusi,” ujar Sunny saat keluar dari Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (13/4).

Dalam permeriksaan hari ini, penyidik juga menanyakan bagaimana relasi antara eksekutif, legislatif dan pihak pengembang dalam proses pembahasan Raperda Reklamasi yang diwarnai suap tersebut.

“Tadi juga ditanyakan juga soal itu (bagaimana hubungan antara eksekutif, legislatif dan pengembang dalam pembahasan Raperda reklamasi,” ucap Sunny.

Dalam pembahasan Raperda, Sunny mengaku berperan sebagai komunikator atau penyampai informasi. Informasi yang diperoleh Sunny dari pengembang, kemudian disampaikan kepada Gubernur dan DPRD DKI Jakarta.

“Intinya saya ini dapat informasi dari pengembang dan menyampaikannya kepada Pak Gubernur dan pihak legislatif,” ujar Sunny.

Lantas, informasi apa yang disampaikan Sunny kepada penyidik KPK dalam pemeriksaannya yang berlangsung sekitar delapan setengah jam? “Info seputar pembahasan Raperda itu,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Sunny juga menceritakan soal pertemuan antara Gubernur Ahok dengan pihak pengembang. Dalam suatu kesempatan, dia bahkan berperan mengatur pertemuan tersebut.

“Biasanya Pak Gubernur mengadakan pertemuan sendiri, terkadang juga melalui saya. Kadang-kadang (saya atur pertemuan),” kata Sunny.

Saat disinggung soal 15% kewajiban pengembang terhadap Pemerintah Provinsi DKI menjadi 5%, Sunny enggan menjabarkan secara detail. “Itu bukan harus saya yang sampaikan. Semua orang juga sudah tahu itu,” ucap Sunny.

Sementara itu, Aguan keluar sekitar pukul 18.05 WIB, Rabu (13/4/2016). Dia kembali menebar senyum serta melambaikan tangan. Berbagai pertanyaan yang dilontarkan awak media tidak dijawabnya. Gaya Aguan ini persis ketika dirinya masuk untuk diperiksa KPK. Aguan yang mengenakan batik warna ungu itu langsung masuk ke mobil Alphard putih yang telah menunggunya.(DRI/RBN)

Share

Check Also

DPRD Kota Bekasi Gelar Sidang Paripurna LPJ APBD 2017

Thejak.co.id-DRPD Kota Bekasi hari ini, Kamis (19/7) menggelar sidang Paripurna di Gedung DPRD Jalan Chairil ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *