Jumat , 14 Juli 2017

AKHIRNYA,AHOK-YUSRIL AKUR JUGA

ahok dan yusrilTHEJAK.co-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja bertemu dengan bakal calon gubernur DKI Yusril Ihza Mahendra di acara halalbihalal masyarakat Belitung di Kompleks Manggala Wanabakhti, Jakarta, Minggu (28/08) malam.

Ahok dan Yusril tampak saling melempar senyum dan bersalaman. Keduanya juga sempat berfoto bersama. Tidak ada raut ketegangan.  “Alhamdulillah ya Allah,” seru warga yang mengerubuti mereka berdua.

Ahok terlihat berbisik kepada Yusril. “Maaf Bang, aku ada acara (pernikahan) pegawai nih. Aku nunggu Abang tadi he-he-he,” kata Ahok kepada Yusril.

Tak ada raut ketegangan antara keduanya. Malahan, Yusril yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengeluarkan telepon seluler dari kantongnya dan menyerahkan kepada asistennya. Ternyata, dia minta asistennya untuk memotretnya bersama Ahok.

“Kebalik tuh kameranya,” celetuk Ahok.

Momen ini menarik perhatian warga.

“Wah ini peristiwa bersejarah, langka ini,” kata salah seorang warga.

Seusai berfoto bersama, Ahok berpamitan kepada Yusril.

“Aku balik dulu, Bang,” kata Ahok menyalami Yusril.

Usai pertemuan itu, Yusril mengatakan meskipun berbeda politik, namun harus tetap bersaudara. “Bahwa ada perbedaan politik itu biasa saja tidak mengurangi kehangatan hubungan pribadi. Jadi politik boleh beda, silaturahim jalan terus,” ujar Yusril.

Yusril lalu menyinggung soal gaya bahasa Ahok yang sempat dikritiknya. Dia mengaku sekadar bermaksud meluruskan bahwa warga Belitung sebenarnya memiliki tutur bahasa yang santun.

“Kalau kemarin saya juga ada sedikit koreksi mengenai bahasa ya tadi saya berikan sambutan saya ulangi lagi bahwa Belitung gunakan Melayu Riau dan bahasanya halus, jadi jangan katakan orang belitung selalu gunakan kata kasar, kata kotor,” ungkap Yusril.

Tetapi memang ada kelompok masyarakat yang berbahasa Hakka, kata Yusril. Terkadang Bahasa Hakka itu bila diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi terkesan kasar.

“Saya sendiri bisa Bahasa Hakka. Saya tahu ada komunitas yang biasa gunakan bahasa seperti itu, biasanya kelompok ‘preman’ itu biasanya di pasar-pasar yang suka gunakan bahasa itu. Tapi itu biasa di kalangan mereka cuma kalau diterjemahkan di Bahasa Indonesia jadi masalah,” sebut Yusril. RBN/DRI

Check Also

Sabu-sabu senilai Rp 2 Trillun berhasil diamankan Polisi.

Pantai Anyer Tempat Timbun Sabu Artis

thejak.co – 1 ton sabu berhasil digagalkan polisi di Anyer, Serang, Banten, siap pasok ke ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *