Sabtu , 25 November 2017

Kader PDI-P Diminta Ikuti Irama Megawati Terkait Pilgub DKI

mega wati PDI-PTHEJAK.co-Kader dan simpatisan PDI Perjuangan (PDI-P) didorong untuk mengikuti irama politik Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri terkait figur yang akan diusung pada pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017.

Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengungkapkan hubungan antara bakal calon petahana gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan PDI-P masih sangat dinamis. Ia lalu menyayangkan jika saat ini ada beberapa kader PDI-P yang menolak partainya mengusung Ahok sementara Megawati belum menyampaikan keputusannya.
“Mestinya setelah Ibu Mega, Ahok, dan Djarot bertemu di DPP PDI-P, sikap fungsionaris partai mengikuti irama politik yang ditunjukkan Ibu Mega,” ujar Sebastian, saat dihubungi wartawan, Senin (22/8).
Sebastian menuturkan, kader PDI-P seharusnya dapat menahan diri dan mengikuti cara Megawati menyikapi Pilgub DKI Jakarta2017. Namun, kata Sebastian, ada beberapa kader PDI-P yang justru keras menolak Ahok saat belum ada keputusan resmi dari partainya.

“Yang lain, terkesan doyan bicara dan cenderung sok berkuasa. Di sinilah tingkat kaliber politik yang ditunjukkan Ibu Mega, tidak bisa dicontoh kader yang lain. Sementara pengurusnya, membuat pernyataan mereka yang paling menentukan keputusan di partai. Jauh hari sudah menganggap Ahok tidak layak didukung,” bebernya.
Ahok yang awalnya berniat maju pada Pilgub DKI Jakarta 2017 melalui jalur independen kini memutuskan memilih jalur partai politik. Ia mendapat dukungan dari Partai Golkar, Hanura, dan Nasdem.

Secara bersamaan, komunikasi politik antara partai pendukung Ahok dengan PDI-P terus dilakukan. Namun, suara penolakan terhadap Ahok dari internal PDI-P terdengar jelas karena tidak ingin ada figur yang dicalonkan tanpa melalui mekanisme yang telah ditetapkan internal partai tersebut.

Sementara itu, tim Pemenangan Ahok meminta kader PDI-P tak membuat gaduh.
“Ibu Mega tokoh kita bersama. Memiliki kebijaksanaan politik yang sudah teruji. Beliau sudah memberikan sinyal kuat mendukung Ahok-Djarot. Idealnya kader PDI-P mengamankan sinyal dari Ibu Mega itu. Mulai memikirkan strategi pemenangan Ahok, bukanya membuat manuver politik yang menambah gaduh suasana politik di Jakarta,” kata jubir Tim Pemenangan Ahok, Raja J Antoni kepada wartawan, Senin (22/8).

Raja mengatakan memang belum ada keputusan administratif-formal PDI-P mendukung Ahok-Djarot. Namun, seperti disampaikan Ahok, Megawati memberikan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot untuk meneruskan pembangunan di Jakarta lima tahun ke depan.
Hal tersebut, masih kata Raja, juga dikonfirmasi oleh Sekjen PDI-P Hasto Kristiiyanto usai rapat DPP PDI-P pekan lalu. Hasto mengatakan pasangan Ahok-Djarot sebagai prioritas PDI-P. Serangan kader PDI-P ke Ahok, Raja menambahkan, dapat diartikan publik sebagai melawan arahan Ibu Megawati.
“Saya berharap kader PDI-P dapat menjaga marwah Ibu Mega sebagai politisi senior yang disegani rakyat dengan menghindari melakukan manuver politik yang berlebihan,” ulasnya.

“Selebihnya, tergantung kepada mekanisme internal PDI-P. Kami menghargai PDI-P. Sebagai partai besar pemenang pemilu kami hanya berharap PDI-P dapat memberikan teladan kepada partai-partai lain, dan juga rakyat Indonesia secara keseluruhan,” imbuh Raja. (SOF/JJ)

Share

Check Also

Catat, Setiap Jumat Yayasan Daarul Rizki Beri Makan Gratis Buat Dhuafa

  THEJAK – Yayasan Sosial dan Keagamaan Daarul Rizki Pratama menggelar program makan siang gratis ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *