Sabtu , 25 November 2017

Parpol Pendukung Ahok Mulai Dekati Parpol Islam

ahokTHEJAK.co-Tim pemenangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mulai menjajaki partai-partai politik Islam agar bisa bergabung dengan koalisi partai pendukung Ahok.

Peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menilai, akan ada dampak positif yang dihasilkan jika pada akhirnya ada partai Islam yang turut mendukung Ahok.

Keuntungan tersebut, kata Siti, tak hanya signifikan untuk memenangi Pemilu Gubernur (pilgub) DKI Jakarta 2017, tetapi juga akan memberikan pengaruh signifikan untuk Pemilu 2019.

Adapun partai Islam yang masih terbuka peluang mendukung Ahok, salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Menurut saya bagus. Bagaimana pun PKB punya konstituen, punya grassroot. Karena itu, kalau PKB sungguh-sungguh mendukung dan mengusung Ahok, ini juga akan jadi poin positif untuk dapat dukungan,” kata Siti seusai acara diskusi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (21/8).

Namun, lanjut Siti menjadi hal berat bagi partai-partai Islam untuk mendukung Ahok karena bertentangan dengan ideologi ke-Islaman yang dianut partai.

“Karena itu, tak mudah bagi pihak Ahok untuk meyakinkan partai-partai Islam itu untuk mendukungnya meski lobi politik telah dibangun sejak lama,” bebernya.

 

Di sisi lain, kata Siti menentukan figur yang akan diusung ke Pilgub DKI juga dianggap merupakan pertimbangan yang sulit bagi partai-partai tersebut.

“Seperti PPP, itu baru bangkit. Kalau Pilgub DKI kalah, dia bisa semakin hilang di Pemilu 2019,” tegasnya.

Sementara itu, sinyal dukungan PDI-P untuk Ahok maju ke Pilgub DKI 2017 terus menguat. Hal itu terlontar dari Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat “Memang indikasi kuatnya ke situ. Mari kita tunggu saja prosesnya. Indikasi kuatnya ke situ,” ungkap Djaro saat menghadiri acara komunitas moge Harley di Museum Satriamandala, Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Minggu (21/8).

Djarot pun meminta publik untuk menunggu dalam waktu sepekan ke depan. “Kita lihat, kan dalam waktu seminggu masih ada perkembangan dan perubahan,” ujarnya.

Djarot sendiri ngebet akan mendampingi Ahok dalam pesta demokrasi warga DKI Jakarta pada Pilkada serentak 2017 mendatang. Meski begitu, PDI-P belum mengumumkan secara resmi sikap partainya untuk Pilgub DKI. Termasuk keputusan pengusungan Ahok-Djarot.

“Pokoknya kita akan memberikan yang terbaik untuk

Di tempat terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Asyadzily menilai hasil survei yang menunjukan penurunan kinerja dan popularitas Ahok yang dijagokan partainya dalam pilgub DKI, tidak perlu dikhawatirkan.

Berdasarkan hasil survei Lembaga Manilka Research and Consulting menunjukan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Ahok dan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat pada Agustus 2016 sebesar 60,7 persen. Angka ini turun 6,8 persen dari hasil survei Juni sebesar 67,5 persen.

“Kami melihat bahwa sampai sejauh ini suara masyarakat Jakarta menilai kepemimpinan Ahok-Djarot masih dalam batas bisa diterima,” kata Ace, Minggu (21/8).

Oleh karenanya, hasil survei tersebut menurut Ace, kinerja Ahok-Djarot belum dapat dilihat sebagai penurunan. Angka 60,7 persen dinilainya masih dalam batas aman dari batas margin error yang sebesar 4 persen.

Ace merasa duet Ahok-Djarot masih diinginkan masyarat Jakarta. Ia juga berharap kepimpinan Ahok ke depannya akan didukung penuh kekuatan politik yang ada agar pemerintahan berjalan efektif.(SOF)

 

 

Share

Check Also

Catat, Setiap Jumat Yayasan Daarul Rizki Beri Makan Gratis Buat Dhuafa

  THEJAK – Yayasan Sosial dan Keagamaan Daarul Rizki Pratama menggelar program makan siang gratis ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *