Jumat , 14 Juli 2017

Sssttt…99 Persen PDI Perjuangan Dukung Ahok-Djarot di Pilgub DKI

Kurang satu bulan lagi, pendaftaran calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI periode 2017-2022 akan dibuka KPUD DKI.
Kurang satu bulan lagi, pendaftaran calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) DKI periode 2017-2022 akan dibuka KPUD DKI.

THEJAK.co-Meski belum mengeluarkan keputusan resmi, namun dari informasi yang santer beredar bahwa PDI Perjuangan (PDI-P) bakal mengusung duet Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat di pemilihan gubernur (pilgub) DKI 2017 mendatang.

 

Ketua Umum Koalisi Rakyat Untuk Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto mengaku menurut informasi yang dia dapat, 99 persen PDI-P sudah memilih Ahok. Dia pun menyayangkan hal tersebut. Seharusnya, dengan modal kursi terbanyak di DPRD DKI, PDI-P berani untuk mengusung calon dari internal sendiri.

“Sayangnya suara akar rumput nggak didengerin elit PDI-P. Karena dari informasi internal yang santer, 99 persen PDI-P sudah pilih Ahok,” kata Sugiyanto kepada wartawan kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa SGY ini  dirinya juga meyakini jika Ahok akan kembali dipasangkan dengan Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPP PDI-P, Djarot Saiful Hidayat.

“Deklarasi Ahok-Djarot diperkirakan injury time pendaftaran ke KPU DKI,” bebernya.
SGY memprediksi kader akar rumput PDI-P Jakarta bakal melawan keputusan Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri bila nantinya memilih Ahok untuk maju di Pilgub DKI 2017.

Dipilihnya Ahok sebagai cagub, kata dia, tentu mengecewakan banyak kalangan, terutama kelas menengah bawah.

“Konstituen PDI-P bakal lari. Mereka akan pilih calon lain atau nggak datang ke bilik suara,” ungkap SGY.

 

Pakar Politik Universitas Indonesia (UI), Maswadi Rauf mengungkapkan bermodalkan 28 kursi di DPRD Jakarta, semestinya PDI-P percaya diri untuk lebih awal memilih jagoan yang akan diusung di Pilgub DKI 2017.

Namun yang terjadi sebaliknya, PDI-P malah sibuk bermanuver, antara mendukung Ahok atau menolaknya, sesuai aspirasi akar rumput yang dihimpun para wakil rakyat PDI-P saat melakukan reses beberapa waktu lalu.

“PDI-P mau nunggu apalagi. Segera umumkan calonnya. Partai pemenang pemilu harusnya lebih percaya diri,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu (28/8).

Maswadi menyarankan PDI-P untuk mencalonkan tokoh yang berasal dari internal partainya, ketimbang mencomot tokoh dari luar.

“PDI-P bakal rugi sendiri kalau mencalonkan tokoh dari luar karena dia tidak akan memiliki loyalitas terhadap partai. Jadi hanya untuk kepentingan sesaat saja,” kata Maswadi.

 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Ahok akan menertibkan  spanduk-spanduk dukungan kepada bakal calon gubernur yang kini bertebaran di pelosok Ibukota. Ia menilai keberadaan spanduk-spanduk tersebut mengganggu pemandangan kota.

Karena itu, ia sudah menginstruksikan agar aparat Pemerintah Provinsi DKI segera menertibkannya.

“Saya perintahkan wali kota, siapapun pasang baligo atau spanduk, buka! Karena merusak kota,” ujar dia kemarin.

Ahok mengaku tidak pernah menggunakan kampanye melalui spanduk sudah sejak masih berpolitik di Belitung Timur. Hal serupa dijanjikannya tidak akan dilakukannya untuk menghadapi Pilgub DKI 2017. Apalagi, ia menilai kampanye menggunakan spanduk di Jakarta sebenarnya tidak efektif.

“Ngapain pakai baligo, ngotorin kota. Makanya spanduk saya larang. Saya kira ya orang Jakarta kan bukan orang bodoh. Dia bisa lihat gubernur nih kerja atau tidur,” ujar Ahok. (SOF/JJ)

 

Check Also

Sabu-sabu senilai Rp 2 Trillun berhasil diamankan Polisi.

Pantai Anyer Tempat Timbun Sabu Artis

thejak.co – 1 ton sabu berhasil digagalkan polisi di Anyer, Serang, Banten, siap pasok ke ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *