Senin , 30 Oktober 2017

Atasi Kesehatan Warga, Anies Mau Bikin BPJS Multi Fungsi

Anies Baswedan saat blusukan di Kapuk, Caengkareng, Jakbar.
Anies Baswedan saat blusukan di Kapuk, Caengkareng, Jakbar.

THEJAK-Kehadiran Anies Baswedan di Gang Taniwan, Kapuk, Jakarta Barat, heboh. Senin (28/11), warga yang sudah menunggu kehadiran Calon Gubernur DKI Jakarta ini langsung curhat. Kehadiran Anies juga disambut pantun oleh seorang warga.

“Bikin janur ditusukan. Naik jukung tangkap gurame. Calon gubernur lagi blusukan. Kita dukung ramai-ramai,” ujar Nasir, warga setempat.

Pria berusia 82 tahun dan hobi batu cincin jenis Pandan ini meminta kepada Anies agar tidak seperti gubernur saat ini. “Dia tuh hobi gusur. Dan mulutnya kasar,” tegas Nasir.

Selain Nasir, warga yang curhat seputar kesehatan, pendidikan hingga jangan sampai digusur jika Anies menjadi Gubernur DKI Jakarta 2012-2017. “Memang banyak warga yang tidak mendapatkan pelayanan baik. Dan banyak juga yang ditolak,” tegas Anies yang pernah menjadi Menteri Pendidikan ini.

Nah, untuk solusi kesehatan, Anies berencana untuk menambah kapasitas rumah sakit. Termasuk akan memasukkan RS Swasta ke dalam jaringan. “Jadi semua RS akan memberikan pelayanan yang baik,” ujar dia.

Melihat banyaknya pengaduan mengenai BPJS, Anies berjanji akan menyelesaikannya. Dia mengaku mengenal Direktur BPJS saat ini. “Nanti akan dibicarakan BPJS khusus bagi warga Jakarta,” ungkapnya.

Tak hanya menyoroti masalah kesehatan, Anies juga melihat kurangnya perhatian dari aparatur pemerintah. “Kelihatan bagus kalau cuman ada orangnya. Tapi pas tidak ada, programnya tidak jalan. Itu akan diubah dan kita benahi,” terangnya.

Jika sistem kesehatan Jakarta bisa disinergikan antara BPJS dan KJS Plus tentunya akan mempermudah warga yang sakit. “Wah ini baru calon gubernur. Cerdas dan peduli,” teriak warga.

Sementara Suan You (82) warga di Blok Dahlia di Rusun Bumi Cengkareng Indah, juga curhat. Dia berharap agar pengelola rusun yakni Perumnas untuk menunda dulu demolishing Blok Dahlia. “Saya sudah puluhan tahun di sini,” ujarnya

Tak hanya Suan, ternyata ada 500 KK yang terancam digusur. “Total ada delapan tower di Blok Dahlia akan digusur. Saya harap tidak digusur,” keluhnya.

Saat Anies datang, di blok tersebut sedang mati listrik. Sehingga, warga terpaksa untuk keluar rumah karena panas. “Surat pengosongan sudah ada. Kami didatangi petugas, jadi warga ketakutan,” ungkap Pandiana, Ketua RW 16 Kelurahan Cengkareng Timur.

Mendengar keluhan warga, Anies mengaku kalau dirinya tidak suka konsep gusur menggusur. Dirinya memilih untuk melakukan penataan. “Ini manusia. Bukan barang. Jadi harus ditata, tidak bisa dipindah-pindah,” ucap mantan Rektor Universitas Paramadina ini.

Anies melanjutkan, pengelola rusun memang PT Perumnas. Namun pemerintah provinsi memiliki kekuatan untuk negoisasi. “Apa solusinya nanti akan dibicarakan,” tendasnya.(JJ)

 

Share

Check Also

Soal Reklamasi, Taufik: Warga Jakarta Harus Bahagia

TheJak – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik merasa kasihan pada Anies Baswedan dan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *