Senin , 23 Oktober 2017

ANEH, USAI NYOBLOS BANJIR BARU DATANG

Banjir yang merendam SMAN 8 Jakarta Selatan.
Banjir yang merendam SMAN 8 Jakarta Selatan.

thejak.co – Aneh, disaat Kampanye Pilgub, DKI Jakarta tidak dikepung banjir padahal saat itu Ibukota setiap hari turun hujan. Bahkan ada meme yang mengatakan, ‘Saking Hotnya Debat Pilkada Kita Lupa Kalau Jakarta Hujan Tiap Malam dan Belum Banjir’.  Tapi setelah pencoblosan, Jakarta malah dikepung banjir.

Banjir merendam permukiman di Bantaran sungai Ciliwung dan sebagian Kali Cipinang. Banjir juga menggenangi wilayah Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan sejak Rabu (15/2). Ratusan rumah di tiga RW pun terendam lantaran meluapnya Sungai Ciliwung yang berada tepat di sisi kawasan tersebut.

Lurah Bukit Duri, Marsi Youce mengatakan, wilayah yang paling tinggi banjirnya di RW 10, yakni mencapai 120 cm atau 1,2 meter dan merendam 6 RT. “Yang terkena banjir mulai dari RT 3, 6, 9, 11, 12 dan 15. Itu yang paling tinggi ya,” kata Marsi di lokasi, Kamis (15/2).

Marsi menuturkan, untuk di wilayah RW 11 ada tiga RT yang terendam, yakni di RT 3, 4 dan 5. Sementara di RW 12 menggenangi empat RT yaitu RT 1, 2, 3, dan 4. “Kalau di dua RW ini (RW 11 dan 12) ketinggian mulai dari 10cm hingga 80cm,” ujarnya.

Tak hanya di Bukit Duri, banjir juga terjadi di Kampung Pulo, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana mengatakan, genangan di permukimam warga akibat kiriman dari Katulampa Bogor yang mencapai ketinggian 170 centimeter atau dalam kondisi siaga dua kemarin.

Akibatnya, sejumlah permukiman warga di Kelurahan Cililitan, Cawang, (Kramat Jati) dan Bidara Cina, Kampung Melayu (Jatinegara) tergenang.

Bambang melanjutkan, genangan terjadi lantaran belum seluruh bagian bantaran Kali Ciliwung terpasang sheetpile. Sehingga air di permukiman warga mencapai lebih dari 60 centimeter. Selain menggenangi permukiman, luapan air kiriman juga merendam Jalan Jatinegara Barat. Alhasil, terjadi kemacetan hingga terminal Kampung Melayu.

Korban Banjir Sebanyak 7.788 Jiwa

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Pusdalops BPBD DKI Jakarta, banjir merendam permukiman di Bantaran sungai Cilwung dan sebagian Kali Cipinang. Sebanyak 7.788 jiwa atau 3.393 KK terdampak langsung banjir itu.

“Artinya tempat tinggalnya terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 10 – 150 centimeter. Daerah yang terendam banjir adalah di Jakarta Timur meliputi Kecamatan Ciracas (Kelurahan Cibubur dan Kelurahan Rambutan), Kecamatan Kramat Jati (Kelurahan Cililitan dan kelurahan Cawang), dan Kecamatan Jatinegara (Kelurahan Kampung Melayu dan Kelurahan Biadara Cina),” demikian keterangan tertulis Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (16/2).

Daerah yang cukup parah terendam banjir hingga ketinggian 150 centimeter adalah Kelurahan Cawang dengan 1.188 KK atau 3.896 jiwa sebagai korban. Di Kelurahan Kampung Melayu juga terendam banjir hingga ketinggian 100 Cm dengan masyarakat yang terdampak 443 KK atau 1.456 jiwa.

Hingga saat belum ada laporan jumlah pengungsi. Sebagian banjir telah surut. Kondisi sungai di Jakarta saat ini normal dan Siaga 3.

“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada Karena potensi hujan berintensitas tinggi masih berpeluang terjadi. Puncak hujan diperkirakan sampai akhir Februari mendatang,” pungkas Sutopo.

Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, banjir yang terjadi di Jakarta disebabkan daerah-daerah yang belum selesai normalisasi sungai.

“Kami belum selesai normalisasi sungainya dan banyak perumahan-perumahan yang memang sengketa tanah atau ada rumah bedeng yang tidak ada saluran airnya,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/2).

Menurut Ahok, status Bendung Katulampa yang sempat siaga II sudah turun. Sama juga yang terjadi di pintu air Manggarai.

“Kami sudah monitor, status Bendung Katulampa juga sudah turun. Tiap menit pintu air Manggarai dibuka,” tegas Ahok.

Sementara itu, malang nasib Guntoro alias Ollo. Jurnalis foto Koran Jakarta itu meninggal dunia saat meliput banjir di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pagi tadi.

Ollo mengembuskan napas terakhir, Kamis (16/2/2017) sekira pukul 08.00 WIB tadi. Saat itu, ia sedang meliput banjir yang menggenangi Pejaten Timur bersama teman-temannya. Saat mengambil gambar dengan kameranya, Ollo terjatuh. Warga sekitar langsung menolongnya.

Seorang rekan seprofesi korban, Imam mengatakan, saat itu Ollo sempat dibawa ke klinik, namun nyawanya tak tertolong. Hasil pemeriksaan dokter, Ollo diduga kuat meninggal karena serangan jantung. “Ollo kena serangan jantung,” ujar Imam.

Jenazah Ollo sudah dibawa pulang ke rumah duka di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, menunggu dimakamkan. ERY

Share

Check Also

Walikota Rahmat Effendi Komitmen Bangun Infrastruktur Kota Bekasi

  THEJAK – Pengamat Kebijakan Pemerintahan Daerah (local government) Dr.Adi Suparto sangat mengapresiasi langkah Wali ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *