Senin , 30 Oktober 2017

APBD DKI Besar Tak Jaminan, Orang Miskin Tetap Susah ke RS

Pasien gizi buruk di Jakarta.
Pasien gizi buruk di Jakarta.

TheJak-APBD besar tidak jaminan warganya sejahtera. Di Jakarta, penderita gizi buruk masih terjadi.

Adalah Rollin. Pemuda, 16 tahun ini hanya terbaring di tempat tidurnya, disebuah rumah kontrakan kecil di belakang Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Rollin, Timur.

Lebih enam tahun lalu, anak bungsu dari enam bersaudara pasangan Wastara (63), dan Supriyatin (60), terbaring di tempat tidur. Sang ayah yang bekerja sebagai tukang gali kubur tak bisa berbuat banyak.

Terlebih, istrinya yang juga stroke, membuat ia harus mengurus keduanya. Karena tak ada biaya membuat Wastara tak bisa mengobati anak dan istrinya.

Setiap harinya, selain menggali kubur, Wastara bersama anak ketiganya sibuk mengurus keduanya. “Kondisi anak keenamnya itu baru terlihat ketika Rollin masuk kelas 5 SD. Awalnya, si anak menderita demam dan kaki langsung lemas,” keluhnya.

Padahal waktu kelas 4, Rollin masih bisa jalan dan main bola. Setelah kakinya lemas, kaki Rollin tak bisa menapak lagi. Karena tak punya uang Wastara hanya bisa mengurus anaknya di rumah.

“Kalau lagi ngeluh sakit dan punya uang ya beli obat. Kalau nggak kenapa-kenapa ya begitu saja di kamar,” tutur Wastara.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dengan APBD kisaran Rp 70 triliun setiap tahun selalu mengklaim warganya sejahtera. Bahkan, dengan Kartu Jakarta Sehat (KJS) setiap warga dengan mudah berobat.

Tapi, jika Anda lihat di RSUD nasib pasien KJS sangat memprihatinkan. “Saya sudah antre sejak jam 4 subuh,” tegas Doni (32) warga Pasar Rebo, Jaktim saat ditemui di RSUD Pasar Rebo.

Nasib naas juga dialami Mansur. Dia terpaksa merawat anaknya di rumah lantaran tidak dapat tempat untuk dirawat. “Kaelas tiga habis. Adanya kelas I dan VIP. Biasanya lah nasib orang miskin memang selalu apes,” terang tukang ojek di RSUD Cengkareng.(AZ/BCR)

 

Share

Check Also

Sandi Tegaskan Tolak Reklamasi Dilanjutkan

thejak.co – Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno menegaskan tak berubah sikap terkait keputusan menghentikan proyek ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *