Senin , 25 September 2017

Bos Hanura Sebut Fraksi Boikot Ahok Tidak Paham Politik

thejak.co – JAKARTA – DPRD DKI harus menjaga kondusifitas. Jangan, karena beda pilihan pada pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta, warga ibu kota menjadi korban. Mereka, kerja digaji rakyat oleh APBD yang bersumber dari pajak.
Karena itu, dewan di Kebon Sirih wajib menjalankan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat. DPRD DKI, harus bisa membedakan mana pertarungan politik kerja kedewanan.
Jika, antar fraksi berseteru dikarenakan, maka yang dirugikan adalah warga ibu kota. Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Mohamad Ongen Sangaji menilai, adanya pemboikotan terhadap rapat-rapat dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok), merupakan pendidikan politik yang tidak bagus.
Menurut Ongen, lima fraksi yang mengancam tersebut harus berpikir ulang. Jangan, hanya karena pilgub warga DKI menjadi korban dari ketidakdewasaan mereka berpolitik.
“Jika ¬†tetap maksakan. Saya akan minta Ahok dan SKPD tidak perlu l datang jika diundang rapat bersama dewan,” tegas Ongen di Jakarta Jumat (17/2).
Ongen menjelaskan, terkait status Ahok sebagai terdakwa yang tetap menjadi Gubernur tidak perlu dimasalahkan. Sebab, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), sudah memutuskan sesaui aturan. Sehingga, mantan bupati Belitung Timur itu tetap jadi orang nomor satu di ibu kota. “Jangan buat gaduh lah. Kasian rakyat,” bebernya.
Wakil Ketua Tim Kampaye Pasangan Ahok-Djarot itu mengancam, jika ada SKPD nekad hadir memenuhi undangan DPRD, dirinya akan meminta Ahok untuk mengganti pejabat yang bersangkutan. “Orang mau kerja kok dihalangi. Ini tidak main-main,” tegasnya. ZBR
Share

Check Also

“Agustino Kasih Kado Buat Anies dan Djarot”

thejak.co – Rencana Pemprov DKI dalam hal ini dinas perumahan rakyat dan kawasan pemukiman DKI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *