Senin , 26 Juni 2017

Cewek Banten Bunuh Kakak Tiri Diktatot Korea Utara

Paspor Siti Aisyah wanita yang diduga membunuh Kim Jong Nam.
Paspor Siti Aisyah wanita yang diduga membunuh Kim Jong Nam.

thejak.co – Seorang wanita asal Serang, Provinsi Banten, Siti Aisyah, ditangkap oleh Kepolisian Diraja Malaysia terkait kasus kematian Kim Jong-Nam, saudara tiri pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un.

Kepolisian Malaysia menangkap Aisyah pada hari Kamis (16/2) pukul 02.00 waktu setempat. Aisyah ditangkap berdasarkan hasil rekaman CCTV Bandara.

Kim Jong-Nam tewas pada Senin (13/2) waktu Malaysia. Diduga, dia diserang dua wanita agen Korut saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) saat hendak terbang ke Macau untuk menemui keluarganya di sana.

Sebelum meninggal dunia, kepada Kepolisian Malaysia, Jong-Nam mengaku pusing setelah seseorang menyergapnya dari belakang. Dugaan sementara, dia tewas diracun. Untuk kepastiannya, otoritas Malaysia masih menyelidiki penyebab kematiannya.

Kepolisian Malaysia menyebut, saat ditangkap, Siti Aisyah mengantongi paspor Indonesia.

“Berdasarkan paspornya, dia (Siti Aisyah) berasal dari Serang, Indonesia, kelahiran 11 Februari 1992. Dia ditangkap saat sedang sendiri di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA),” kata Kepala Kepolisian Malaysia Inspektur Jenderal Tan Sri Khalid Abu Bakar.

Sebelum Siti Aisyah, Kepolisian Malaysia lebih dulu menangkap seorang wanita lainnya, Rabu (15/2), juga di Bandara KLIA. Saat ditangkap, perempuan yang diketahui bernama Doan Thi Hoang, kedapatan mengantongi  dokumen perjalanan asal Vietnam.

Lanjut Tan Sri Khalid, untuk kepentingan penyelidikan kasus ini, Kepolisian Malaysia akan menahan Siti Aisyah selama 7 hari.

Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Brigjen Pol Naufal M Yahya membenarkan penangkapan terhadap seorang wanita berpaspor Indonesia oleh petugas Kepolisian Malaysia.

Namun, Naufal belum dapat memastikan apakah Siti terlibat dalam kasus kematian Kim Jong-Nam itu.

Sedangkan, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Kuala Lumpur Tri Gustono mengatakan, pihaknya sedang menunggu izin akses kekonsuleran turun dari Kementerian Luar Negeri Malaysia. Jelasnya, begitu izin keluar, KBRI di Kuala Lumpur akan langsung menghubungi Poliri Diraja Malaysia yang menahan Siti Aisyah.

“Setelah izin diterima, kami akan menemui Siti Aisyah. Saat bertemu nanti, kami akan memastikan apakah dia benar warga Indonesia seperti paspor yang dipegangnya,” ucap Tri Gustono.

Tidak hanya menangkap Siti Aisyah saja, Kepolisian Malaysia juga menangkap seorang warganya berjenis kelamin pria yang disebut-sebut adalah kekasihnya Siti.

Lelaki itu ditangkap beberapa jam setelah Siti ditangkap. Namun, Kepolisian setempat tidak menyebutkan identitas pria tersebut.

Dalam kasus ini, otoritas Korut menyatakan keberatan jika jenazah Kim Jong-Nam diautopsi. Namun, pihak Malaysia menjelaskan, hal itu harus dilakukan untuk mengikuti proses hukum yang berlaku di negara jiran tersebut.

Autopsi jasad Kim Jong-Nam sudah selesai dilakukan. Tapi hingga kini pihak otoritas Malaysia belum mengumumkan hasilnya.

Untuk mencegah pemindahan jasad Kim Jong-Un tanpa izin, kamar jenazah rumah sakit yang melakukan autopsi dijaga ketat oleh polisi.

Bahkan, disebutkan, Duta Besar Korut untuk Malaysia, Kang Chol berupaya keras meyakinkan otoritas Malaysia agar menyerahkan jasad Kim Jong-Nam kepada negaranya. Namun, keinginan itu ditolak oleh Malaysia. SBH

Check Also

H-2 Jelang Lebaran, Seruan Pembebasan Palestina Bergelora

  THEJAK – Tepat H-2 jelang Idul Fitri 1438 H, Ribuan massa yang tergabung dalam ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *