Jumat , 21 Juli 2017

Imigrasi Depok Sosialisasi APOA

Kantor Imigrasi Kota Depok.
Kantor Imigrasi Kota Depok.

thejak.co – Penjamin orang asing dapat dipidana jika alpa melaporkan setiap perubahan status sipil, keimigrasian dan perubahan alamat. Hal itu sesuai  Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, pasal 72.

“Penjamin wajib melaporkan setiap perubahan status sipil, keimigrasian dan perubahan alamat setiap orang asingnya. Kalau tidak bisa dipidana,” tegas Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, Jeacky Gerald Gerung usai melakukan sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) sekaligus sosialisasi Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tentang pelaksanaan kerjasama pengawasan orang asing di Kota Depok, Rabu (15/2/2017).

Jeacky menyarankan setiap orang, khususnya warga Depok yang memberi tempat tinggal atau penginapan bagi orang asing berkewajiban melaporkan keberadaan orang asing tersebut ke Imigrasi Kota Depok.

“Kalau mereka tidak melaporkan, ya konsekuensinya dipidana. Itu sesuai peraturan perundang-undangan,” kata dia.

Jeacky berkata, kegiatan sosialisasi APOA dilakukan untuk memberikan pemahaman bagi pemberi tempat tinggal baik perorangan maupun pemilik penginapan agar memahami hak dan kewajibannnya.

“APOA membantu proses pelaporan maupun pengawasan keberadaan orang asing menjadi lebih cepat dan mudah. Sekaligus menguatkan sinergitas antara Imigrasi dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam mendata keberadaan WNA di Kota Depok,” tuturnya.

Selain memudahkan pelaporan, menurut Jeacky, aplikasi ini juga mempermudah pihak Imigrasi memberikan pelayanan kepada orang asing, dalam konteks perlindungan serta memberikan sarana penyampaian aspirasi dari masyarakat.

“Misalnya saja ada penjamin yang menemukan orang asing yang diduga melanggar hukum, maka bisa langsung melaporkannya kepada kami melalui APOA ini,” katanya.

Dia berharap pihak kecamatan dapat melakukan kembali sosialisasi ini di masing-masing wilayah. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat mengerti dan memanfaatkan aplikasi pelaporan orang asing yang telah disediakan.

“Kami berharap bapak atau ibu yang mewakili kecamatan bisa meneruskan ini kepada masyarakat agar bisa dimanfaatkan aplikasi ini dengan baik,” ucap Jeacky.

Pernyataan Jeacky dibenarkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, Dadan Gunawan. Menurutnya, Imigrasi memerlukan peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mengawasi keberadaan orang asing di Depok.

“Saya berharap sosialisasi ini menimbulkan kesadaran pemilik tempat tinggal, hotel dan apartemen. Mereka bisa melakukan input langsung ke APOA,” tuturnya.

Dadan berharap semua data orang asing di Depok bisa terpetakan dengan baik. Suatu waktu data dan informasi orang asing dibutuhkan pihak Imigrasi dan Pemkot Depok dapat menyediakan.

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Misbahul Munir mengapresiasi dan mendukung pengadaan APOA. Sebab, aplikasi tersebut dapat mempermudah Disdukcapil dalam melakukan pendataan WNA. HEN

Check Also

Para mahasiswa yang berdemo didepan kantor PUPR Kota Bekasi.

Pengusaha Nyogok Buat Dapat Proyek di PUPR Kota Bekasi?

thejak.co – Kabar tak sedap menerpa  Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Bekasi. Kabarnya ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *