Selasa , 28 Februari 2017

Jadi Isu Penting, Berita Hoax Bakal Dibahas di WPFD 2017

Gerakan anti hoax yang dilakukan di jakarta.
Gerakan anti hoax yang dilakukan di jakarta.

thejak.co – Tren penyebaran berita palsu (hoax) di dunia maya tidak bakal surut meski momentum Pilkada Serentak 2017. Hoax bakal tetap ada karena efektif digunakan untuk menghantam berbagai kepentingan, termasuk kinerja pemerintahan.

Maraknya hoax di tengah kehidupan pers nasional belakangan ini dinilai sebagai isu penting, sehingga bakal dibahas dalam World Press Freedom Day (WPFD) 2017 atau Hari Kebebasan Pers Dunia yang akan digelar pada 2-4 Mei 2017 di Jakarta.

“Hoax sudah menjadi isu global bukan hanya di Indonesia karena itu akan menjadi pembahasan di WPFD,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, saat menghadiri acara Hari Pers Nasional ke-69 di Ambon, Maluku, Rabu (8/2).

Rudiantara mengatakan, hoax akan selalu ada mewarnai pemberitaan yang dilakukan media massa. Apalagi bila di suatu negara sedang melakukan kegiatan politik atau demokrasi seperti yang saat ini terjadi di Pilgub DKI Jakarta. Namun, tanpa Pilkada pun hoax tetap ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi ini juga terjadi di negara-negara di dunia. Hoax tak dapat dihindari karena selalu ada.

Menurut Rudiantara, untuk menangkal hoax perlu peran pers yakni dengan menyajikan pemberitaan yang benar, sesuai fakta, dan berimbang. Keberadaan UU yang komprehensif mengatur perilaku di dunia maya juga dianggap sangat mendesak, mengingat saat ini negara dinilai tak berdaya mengatasi maraknya hoax. KUHP dan UU ITE belum mampu menyasar produsen sekaligus penyebar berita palsu.

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan pers untuk melawan hoax antara lain dengan pendekatan profesionalisme dan penajaman standar jurnalistik oleh media arus utama (mainstream).

Secara terpisah, Ketua Panitia Pelaksana HPN ke-69 2017, M Ihsan, mengatakan, Dewan Pers dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Ambon, Maluku, akan membentuk Jaringan Wartawan Antihoax. Konsep tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Presiden Jokowi.

“Saatnya media arus utama bertindak mengantisipasi dan menangkal hoax yang sudah sangat marak hadir di tengah-tengah masyarakat,” kata Ihsan dalam acara Konvensi Nasional Media Massa bertema “Integritas Media Nasional dalam Lanskap Komunikasi Global: Peluang dan Tantangan” yang digelar di Baileo Siwalima, Ambon, Maluku. JAK

 

 

Check Also

timnas

Mantap, 12 Pemain Asing Perkuat U-19

TheJak – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), mengumumkan 12 nama pesepak bola Indonesia maupun ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *