Sabtu , 25 November 2017

Keok Lawan Ahok, AHY Dipaksa Lawan Risma

ahythejak.co – Keok di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dikabarkan akan dicalonkan kepada pada Pilgub Jawa Timur tahun 2018 mendatang. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disarankan agar tidak terlalu memaksakan putranya hanya untuk ambisi kekuasaan.

Pengamat politik Prof Budiyatna mengatakan, kekalahan AHY di Pilgub DKI 2017 sudah diprediksi dan bukan hal yang mengejutkan.

“AHY itu ibaratnya anak kemarin sore di dunia politik. Sudah pasti kalah dari Ahok dan Sandiaga Uno yang levelnya jauh di atas dia,” kata Budiyatna, Kamis (16/2).

Ketidakmampuan AHY untuk menjadi Gubernur DKI terlihat sekali ketika tampil di debat terbuka yang dilaksanakan KPU DKI.

Saat di acara debat itu, AHY tidak memahami apa yang harus dia lakukan jika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Untung dia kalah. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya Jakarta jika dipimpin oleh orang yang tidak memahami permasalahan,” tukasnya.

Mengenai wacana AHY akan dicalonkan kembali pada Pilgub Jatim, Budiyatna menyarankan agar Partai Demokrat, khususnya SBY, untuk mempertimbangkan matang-matang. Dia justru kasihan jika AHY dipaksa maju dan kembali kalah.

“Perasaannya bagaimana kalau di Pilgub Jatim dia kalah kembali. Sebagai orangtua, SBY harus memikirkannya dan mendiskusikannya dengan bijak kepada anaknya itu,” saran Budiyatna.

Bahkan menurut Budiyatna, akan muncul kesan yang kurang bagus untuk SBY jika tetap memaksakan AHY maju di Pilgub Jatim. “Sekarang ini orang bebas beropini. Mungkin saja ada yang menganggap, bapaknya ngejual anak buat ambisi kekuasaan atau lainnya,” ujarnya.

Yang juga harus diperhatikan oleh SBY dan Partai Demokrat, jika di Pilgub Jatim nanti sosok Walikota Surabaya Tri Rismaharini juga maju, maka akan sulit bagi AHY untuk menandinginya.

“Dukungan masyarakat Jawa Timur kepada Risma lebih solid jika dibandingkan dengan warga Jakarta kepada Ahok. Bisa lebih kalah telak,” sindirnya.

Menanggapi wacana AHY akan dicalonkan di Pilgub Jatim, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jatim, Renvile Antonio menjelaskan, pihaknya baru akan memulai penjaringan Cagub Jatim pada Juni 2017 mendatang.

Katanya, untuk menentukan siapa yang akan diusung di Pilgub Jatim, salah satu faktornya yaitu hasil survei yang digelar sendiri oleh Partai Demokrat.

Tapi, dia tidak menutup kemungkinan AHY akan dicalonkan di Pilgub Jatim nanti. “Pada prinsipnya, semua warga negara punya hak untuk dicalonkan dan mencalonkan sebagai Gubernur Jatim. Tinggal kita menjalani mekanisme partai saja,” imbuhnya.

Koalisi di Putaran 2 Pilgub DKI

Kecilnya peluang pasangan AHY-Sylviana Murni lolos ke putaran kedua Pilgub DKI 2017 memunculkan wacana mereka berkoalisi dengan kandidat yang lolos. Menanggapi ini, Ketua DPD Partai Demokrat DKI Nachrowi Ramli mengatakan, sampai saat ini Koalisi Cikeas yang mengusung AHY-Sylvi akan lebih dulu membedah visi misi dari dua pasangan Cagub/Cawagub DKI yang lolos ke putaran dua, yakni Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga.

Penjajakan untuk mengajak kubu AHY-Sylvi bergabung sudah dilakukan oleh kubu Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi partai pengusung Agus-Sylvi untuk berkoalisi memenangkan Ahok-Djarot di putaran kedua.

Khususnya partai-partai pendukung AHY-Sylvi yang juga mendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, seperti PKB, PPP, dan PAN akan diprioritaskan masuk dalam barisan pendukung Ahok-Djarot.

Sementara itu, Ketua Relawan Anies-Sandiaga, Boy Bernadi Sadikin mengaku langsung bergerilya ke partai-partai pendukung AHY-Sylvi.

Ajakan kubu Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga belum ditanggapi serius oleh Wakil Sekjen PKB Daniel Johan. Katanya, seluruh partai yang tergabung dalam Koalisi Cikeas masih menunggu hasil perhitungan resmi dari KPUD DKI.

“Hitungan resmi saja belum dikeluarkan KPUD DKI, kok sudah ngomongin koalisi,” tandasnya.

Namun PAN, partai pendukung AHY-Sylviana lainnya lebih condong mereka bergabung dengan Anies-Sandiaga di putaran kedua. Sekretaris Fraksi PAN DPR Yandri Susanto menegaskan, dari awal partainya tidak mendukung Ahok, dengan begitu sebaiknya mendukung calon lainnya.

Sedangkan, Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, partainya lebih memilih menunggu daripada menyodorkan diri kepada Ahok-Djarot atau Anies-Sandiaga. “Jika mereka tidak melakukan komunikasi, ya kami pasif saja,” ucap Arsul Sani.

Alasannya, PPP tidak ingin dinilai sebagai partai politik yang transaksional jika menyodorkan diri.

Namun, lanjutnya, sebelum menentukan sikap di putaran kedua Pilgub DKI, PPP akan bermusyawarah dulu dengan struktur dan ulama-ulama yang berada di partai berlambang Kabah ini.

Yang jelas, PPP, kata Arsul Sani, Koalisi Cikeas telah berakhir setelah AHY-Sylvi dinyatakan tersingkir di putaran pertama Pilgub DKI 2017. DED

Share

Check Also

Indonesian Model Search 2017

thejak.co – Setelah melewati serangkaian audisi di 29 kota di Indonesia dari bulan Mei 2017, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *