Senin , 25 September 2017

KPK Akui Periksa Adik Ipar jokowi

kpkthejak.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui pernah memeriksa adik ipar Presiden Joko Widodo, Arif Budi Sulistyo, terkait kasus dugaan suap penghapusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia dengan tersangka Ramapanicker Rajamohanan Nair.

“Arif Budi Sulistyo pernah dilakukan pemeriksaan dalam tahap penyidikan pada pertengahan Januari lalu,” kata Jubir KPK  Febri Diansyah di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017).

Meski begitu, Febri enggan membeberkan detail alasan lembaganya tak merilis  Arif dalam jadwal pemeriksaan seperti laiknya saksi-saksi di KPK. Mantan Peneliti ICW tersebut hanya memastikan itu kewenangan penyidik.

“Ada kebutuhan-kebutuhan dan strategi penyidikan agar penyidik fokus substansi penanganan perkara dan sampai bisa menyusun dakwaan untuk tersangka yang jadi terdakwa,” ujar Febri.

Dalam perkara ini, Rajamohanan didakwa menjanjikan fee kepada pejabat Ditjen Pajak, Handang Soekarno sebesar Rp6 miliar, terkait pengurusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia.

Dari jumlah itu, sebagian uang akan diberikan kepada Kakanwil DJP Jakarta Khusus, Muhammad Haniv. Namun ketika baru terjadi penyerahan pertama yakni Rp1,9 miliar, Handang dan Rajamohanan ditangkap KPK.

Dalam dakwaan Jaksa KPK kepada Rajamohanan, ternyata muncul Arif Budi Sulistyo dan Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi yang dikatakan Jaksa KPK turut membantu praktik suap miliaran tersebut.

Jaksa KPK Moch Takdir Suhan yang menangani perkara ini dikonfirmasi sosok Arif Budi Sulistyo, juga mengaku belum bisa membeberkannya saat ini. Ia menjanjikan semua akan diungkap seiring berjalannya persidangan.

“Semua nama yang disebutkan dalam surat dakwaan, mengenai peran-perannya akan dikonfirmasi lebih lanjut di persidangan,” kata Takdir.

Presiden Joko Widodo memberi respons soal kemunculan nama adik iparnya, Arif Budi Sulistyo, dalam surat dakwaan Ramapanicker Rajamohan Nair yang terjerat perkara suap pegawai pajak.

Jokowi mempersilakan KPK mengusut keterlibatan adik iparnya dalam perkara itu.
“Ya diproses hukum saja,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Kamis (16/2/2017).

Menurut Jokowiapa pun proses hukum yang akan dilakukan KPK terhadap Arif, ia akan menghormatinya. Dan, ia yakin KPK akan bekerja profesional dalam mengusut dugaan keterlibatan Arif.
“KPK bekerja profesional dalam memproses semua kasus,” Imbuhnya. DED

 

Share

Check Also

Oktober, Warga Pelat Nomor Bakal Diganti

thejak.co – Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa mewacanakan mengubah regulasi pelat nomor kendaraan bermotor. Rencananya, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *