Senin , 23 Oktober 2017

Nah Lho, Cukong Kucurkan Dana Untuk Kandidat Pro Reklamasi?

Nelayan Jakarta tolak proyek reklamasi pantai utara Jakarta.
Nelayan Jakarta tolak proyek reklamasi pantai utara Jakarta.

thejak.co – Tahapan pemilihan gubernur (pilgub) DKI putaran kedua sudah memasuki memasuki pekan kedua. Dua calon gubernur yang sudah dipastikan lolos, sudah bergerilya menemui masyarakat guna mempromosikan program kerja yang akan dilakukan dan janji-janji kampanye jika nantinya terpilih dalam pemilihan 19 April  mendatang.

 

Menariknya menjelang coblosan putaran kedua digelar, isu tidak sedap menghinggapi pesta demokrasi di Jakarta. Ada kekhawatiran jika konglomerat yang pro pada salah satu calon akan menggelontorkan uangnya dalam upaya memenangkan pasangan yang didukung pada hari H pemilihan gubernur.

 

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad mengungkapkan pengembang yang memiliki jatah membangun pulau buatan di Teluk Jakarta disinyalir mengucurkan bantuan dana kepada kontestan pilgub. Apalagi, kata Syaiful Jihad, salah satu paslon dengan tegas menyatakan bakal menghentikan megaproyek tersebut. “Jadi, tidak mungkin mereka tidak men-support kandidat yang proreklamasi,” ujarnya saat dihubungi wartawan kemarin.

 

Sokongan tersebut bakal dilakukan karena para taipan telah mengucurkan dana untuk membangun pulau palsu.”Dan sekarang mangkrak, karena status quo,” imbuh jebolan Universitas Negeri Jakarta ini. Alasan selanjutnya, berbagai perusahaan properti telah mengerjakan berbagai kewajibannya, seperti pembangunan sarana dan prasarana.

 

“Dalam bisnis, enggak mungkin ada pengusaha yang ingin merugi. Makanya, mereka akan terus memperjuangkan supaya proyeknya tetap berjalan,” tandas Syaiful.Syaiful menilai cagub DKI Jakarta petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai pengecut karena tidak berani menyodorkan proyek reklamasi Teluk Jakarta sebagai materi kampanye dalam usahanya mempertahankan kursi DKI 1.

 

Padahal Ahok kerap sesumbar bahwa keberadaan proyek reklamasi Teluk Jakarta mampu meningkatan taraf ekonomi warga yang mendiami pesisir Ibukota.”Ahok pengecut! Kalau benar proyek reklamasi menguntungkan warga, harusnya proyek itu jadi materi jualan kampanyenya,” bebernya.

Syaiful menilai Ahok ciut menjadikan proyek reklamasi sebagai alat jualannya, karena pasangan pesaingnya dalam Pilgub DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno justru dengan tegas menyatakan bakal menghentikan megaproyek tersebut. Sementara itu, pengamat politik Sugiyanto menganalisa dalam putaran kedua intrik money politik akan sangat sulit dihindari. Apalagi diera pemilihan secara langsung seperti sekarang ini.

 

“Lazimnya memang seperti itu setiap kali pesta demokrasi terjadi. Karenanya perlu ada pengawasan yang ekstra ketat dari KPUD atau pun panwaslu dalam menjaga netralitas pemilihan pada 19 April mendatang,” ujar SGY kepada The Jak, kemarin.

 

Guna mencegah itu, sebenarnya Bawaslu bisa melakukan koordinasi dengan masyarakat sambil melakukan sosialisasi bahwa pilgub yang akan digelar pada bulan depan akan menentukan masa depan DKI untuk lima tahun kedepan khusunya menyangkut pembangunan, pendidikan, kesehatan dan lapangan pekerjaan yang menjurus pada tingkat kesejahteraan masyarakat pada umumnya.

 

“Dengan begitu masyarakat Jakarta akan memahami pentingnya arti suara yang diberikan pada calon, karena salah memilih pemimpin akan mengakibakan penyesalan 5 tahun kedepan.”ujarnya. SOF/JJ

Share

Check Also

DPC PDI Perjuangan Jaksel Optimis Lolos Verifikasi

thejak.co – DPC PDI Perjuangan (PDI-P) makin optimis menghadapi pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang. Loyalis ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *