Jumat , 23 Juni 2017

Bawaslu Ancam Bubarkan Kampanye Senyap Ala Ahok

Sekretaris Bidang Wilayah Dakwah (Wilda) Banten, DKI Jakarta,Jawa Barat (Banjabar) DPP PKS Karyatin (paling kiri), Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKs Dki Jakarta Abdul Azis Rouf Al Hafidz (kedua kiri), Wakil Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Khoiruddin (kedua kanan) dan Bendahara Umum DPW PKS DKI Jakarta M. Agus Setiawan (paling kanan) turut hadir mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah (Rakowil) di Hotel Sofyan Inn, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/3/2017).
Sekretaris Bidang Wilayah Dakwah (Wilda) Banten, DKI Jakarta,Jawa Barat (Banjabar) DPP PKS Karyatin (paling kiri), Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKs Dki Jakarta Abdul Azis Rouf Al Hafidz (kedua kiri), Wakil Ketua Umum DPW PKS DKI Jakarta Khoiruddin (kedua kanan) dan Bendahara Umum DPW PKS DKI Jakarta M. Agus Setiawan (paling kanan) turut hadir mengikuti Rapat Koordinasi Wilayah (Rakowil) di Hotel Sofyan Inn, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/3/2017).

thejak.co – Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Mimah Susanti memprotes keras kampanye senyap yang dilakukan calon Gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Dikatakan Mimah, Ahok sudah seharusnya melaporkan semua kegiatan kampanye.

 

“Kalau tak ada laporan kepada kami, kami bisa bubarkan kegiatan kampanye yang dilakukan para pasangan calon gubernur,” kata dia saat dihubungi, Minggu (19/3). Diungkapkan, berdasarkan laporan warga, Ahok dan Djarot kerap menggelar kampanye. Namun keduanya tak melaporkan kegiatan itu kepada Bawaslu.

 

“Sekali lagi kami ingatkan, semua pasangan cagub melaporkan bentuk kegiatan kampanyenya kepada kami, agar bisa mengawasinya,” tegas Mimah. Mimah menambahkan, sejatinya kampanye merupakan tahapan dalam putaran kedua Pilgub DKI yang berlangsung saat ini. Semua pasangan calon memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk berkampanye dan berdialog dengan warga.

 

Sebelumnya, anggota tim pemenangan Ahok-Djarot bidang data dan informasi Eva Kusuma Sundari mengatakan, cagub yang didukungnya tidak suka mencari aman dalam berkampanye. Hal itu yang menjadi sebab Ahok kerap melakukan kampanye senyap di putaran dua.

 

“Kalau kami terlalu terbuka kan rawan juga. Kita tahu lah gangguan kan (ormas) suka sekali cegat, menghalangi, terutama Pak Ahok. Jadi lebih baik kita melakukannya tidak usah koar-koar tapi efektif. Yang penting kan cari suara,” ujar Eva saat dihubungi wartawan,kemarin.

Kejutan-kejutan Ahok saat berkampanye juga disebut sering membuat kelimpungan pengurus partai pendukungnya di tingkat cabang dan ranting.

 

Politikus PDI-P itu mengatakan, banyak kader partainya di tingkat ranting yang acap terkejut karena mendengar kabar Ahok berkampanye di daerahnya, satu jam sebelum kedatangan. Kedatangan Ahok dianggap mengejutkan para pengurus parpol di tingkat bawah.

 

“Bahkan yang didatangi itu PDI-P kadang marah karena tidak lapor duluan. Karena suka bikin dadakan, satu jam sebelumnya PDI-P baru dikontak ‘eh tolong diamankan’ begitu loh. Jadi itu bagian dari strategi,” ujarnya. SOF

Check Also

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Mendagri Tjahjo Kumolo Semprit Kinerja KPK Tangani Kasus Receh

thejak.co – Beredarnya foto beberapa jaksa di media sosial dengan cuitan “Kami terus bekerja walau ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *