Kamis , 23 Maret 2017

Mantap, DPR Akan Bentuk Pansus ‘Pembobolan BTN’

btn maningthejak.co – Kasus dugaan penggelapan uang nasabah Bank Tabungan Negara
(BTN), menggelinding ke kalangan parlemen. Komisi VI DPR RI akan
membentuk tim Panitia Khusus (Pansus) untuk menyelidiki kasus
pembobolan dana nasabah bank milik BUMN tersebut.

Anggota Komisi VI DPR RI Abdul Wachid mengatakan, pihaknya akan
menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus pembobolan dana nasabah BTN
Cabang Bayuwangi, BTN Cabang Enggano dan Cikeas itu.

“Kita akan  membentuk Pansus untuk mengetahui sampai sejauh mana kasus
pembobolan dana tersebut. Kalau memang betul sampai Rp 225 miliar uang
nasabah di BTN Enggano dan Cikeas, kami akan langsung terjunkan tim
penyidik,” kata Abdul saat dihubungi TheJak, Minggu (19/3).

Dalam penyelidikan nanti, lanjutnya, tim akan mencari tahu ada
tidaknya indikasi keterlibatan karyawan dan pejabat tinggi bank BTN
dalam kasus itu. Jika ditemukan keterlibatan pegawai internal BTN,
sanksi terberat dengan pemecatan.

“Itu jelas merugikan negara dan masyarakat. Selain pemecatan, kita
bawa juga ke jalur hukum. Karena ini sangat memalukan, sekelas bank
milik  BUMN masa melakukan hal itu. Kita akan lakukan penyelidikan
sampa ke titik yang paling bawah. Kita lihat, sampai pihak mana saja
yang terlibat,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini

Dia menilai, pembobolan dana nasabah bisa membuat bangkrut bank plat
merah itu. Karena, nasabah tak akan percaya lagi untuk menyimpan
uangnya di BTN.

“Kalau nasabah tidak percaya lagi menaruh uangnya di BTN, ya bangkrut
itu bank,” katanya geram.

Seperti diberitakan, kasus pembobolan dana nasabah terjadi di tiga
kantor cabang BTN akhir-akhir ini. Setelah kasus BTN Bayuwangi, Jatim,
aparat kepolisian kembali mengungkap pembobolan uang nasabah yang
dilakukan dua oknum pejabat BTN Cabang Enggano dan Cikeas.

Saat ini, Mabes Polri sudah menangkap kedua kepala BTN yang
menggelapkan uang nasabah sebesar Rp 225 miliar itu. “Ya betul (sudah
ditangkap),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri
Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, Jumat (18/3).

Koordinator Persatuan Mahasiswa Pasca Sarjana Hukum, A. M. Muhamadyah
sebelumnya mengatakan, pembobolan dana nasabah di Bank BTN Banyuwangi
yang merupakan bank papan atas, adalah sebuah tamparan keras untuk
kredibilitas perbankan nasional. Salah satu hak asasi nasabah, yakni
mendapat keamanan dan kenyamanan bertransaksi diperbankan nasional
telah dilanggar. Sehingga kata dia, tidak ada salahnya,para nasabah
bank BTN yang dananya belum dibobol mendesak wakil rakyat di DPR agar
membentuk
pansus dan mengevaluasi kinerja para direksi Bank BTN,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi
mengatakan, penggelapan dana nasabah  adalah kejahatan perbankan dan
tidak menutup kemungkinan pelakunya lebih dari satu orang. Uchok pun
menyarankan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlibat dalam
mengungkap kasus tersebut.

“Karena ini sudah termasuk tindak pidana korupsi. Makanya nanti hasil
audit internal OJK yang diserahkan ke polisi akan tahu apakah ada
keterlibatan pihak lain selain pelaku yang sudah ditangkap,” bebernya.

Jika terbukti ada atasan pelaku terseret dan membantunya, maka kasus
ini sangat kuat untuk dikembangkan hingga jajaran di atasnya. Bahkan
di peraturan OJK, atasannya hingga di jajaran direksi sangat
dimungkinkan dijerat pidana.

Terkait pembobolan BTN Bayuwangi, Corporate Secretary BTN, Eko Waluyo
mengatakan, pihaknya menyesalkan kasus pembobolan yang dilakukan oknum
pegawai kontraknya.

“Perbuatan itu melanggar hukum dan kami tidak akan mentoleransi kepada
pegawai siapapun yang melanggar hukum,” terang Eko. RBN

Check Also

taksi online

Tarif Taksi Online Tak Murah Lagi Berlaku Mulai 1 April 2017

TheJak – Tarif taksi online sepertinya tidak akan semurah sekarang ini mulai April nanti. Pihak ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *