Jumat , 24 Maret 2017

Pembobolan Dana Nasabah Rp 225 Miliar Diduga Libatkan Pejabat BTN

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

Thejak– Kasus pembobolan dana nasabah Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Enggano dan Cikeas, diduga melibatkan pejabat BTN setempat. Polisi pun sudah menangkap kedua kepala BTN yang menggelapkan uang nasabah sebesar Rp 225 miliar itu.

“Ya betul (sudah ditangkap),” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, Sabtu (18/3).

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Mabes Polri, kata Rikwanto, menemukan bahwa pembobolan itu diduga kuat melibatkan dua kepala kantor BTN Cabang Enggano dan Cikeas berinisial DP dan BM.

Penangkapan kedua oknum pejabat BTN itu berdasarkan laporan dari manajemen perusahaan bank terkait dugaan penggelapan dalam jabatan, penipuan dan atau pencucian uang pada 21 November 2016.

Dana tersebut kemungkinan milik beberapa perusahaan yang menempatkan dananya di BTN, antara lain Surya Artha Nusantara Finance (SAN Finance), PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia (AJMI) dan PT. Asuransi Umum Mega (AUM), serta PT Global Index Investindo hampir Rp300 miliar.

Kasus itu berawal saat salah satu perusahaan tersebut akan mencairkan dana namun pihak BTN mengkonfirmasi penempatan deposito dana tidak terdaftar.Pihak BTN memberitahukan dana tersebut terdaftar sebagai nasabah rekeningn giro dan sudah dilakukan penarikan dana.

Pelaku diduga menjalankan modus mengajukan penawaran menempatkan dana pada BTN dengan bunga sesuai pasaran kepada korban. Setelah disetujui, korban melengkapi syarat administrasi dan menempatkan dana melalui DP dan BM.

Selanjutnya oknum pegawai internal BTN mengganti dokumen pembukaan rekening dan memasukkan nomor konfirmasi yang dikuasai pelaku untuk membuka rekening di BTN tanpa sepengetahuan korban.

Oknum pegawai BTN juga meminta korban mengirimkan dana ke rekening penampungan atas nama perusahaan korban. Selain DP dan BM, polisi meringkus tersangka A dan SG, serta mengejar dua pelaku lainnya

Saat ini, para korban pembobolan nasabah BTN telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan menunggu pertanggungjawaban dari BTN. RBN

Check Also

Pakar ICMI: Jangan Ngawur Tafsirkan Ayat Al Quran

  THEJAK – Pernyataan yang disampaikan saksi ahli sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjajaja ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *