Sabtu , 25 November 2017

Anies Ketemu Ahok di Balaikota Membawa Semangat Rekonsiliasi

Anies Baswedan menemui Ahok di Balaikota DKI, kemarin.
Anies Baswedan menemui Ahok di Balaikota DKI, kemarin.

thejak.co – Pasca pemilihan gubernur (pilgub) putaran kedua, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok melakukan pertemuan dengan cagub DKI Anies Baswedan di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (20/4).

Pertemuan rival di pesta demokrasi ibukota itu membawa pesan damai bagi warganya.

Anies Baswedan mengungkapkan akan melakukan rekonsiliasi antara pendukungnya saat gelaran Pilgub DKI Jakarta dengan pendukung Ahok.

Anies menjelaskan, rekonsiliasi dilakukan guna mempersatukan kembali masyarakat yang sempat berbeda pilihan dukungan saat Pilgub DKI Jakarta berlangsung.

“Kami sama-sama akan rekonsiliasi antar pendukung dan menjaga persatuan, memperjuangkan persatuan,” ujar Anies usai melakukan pertemuan dengan Ahok di Balai Kota, kemarin.

Soal bentuk rekonsiliasi yang dilakukan, Anies belum mau berbicara banyak. Namun, Anies berjanji rencana itu akan kembali mempersatukan warga Jakarta.

“Semua adalah warga Jakarta yang kemarin sudah selesai. Kami mulai babak baru,” ujar Anies.

Hal yang sama juga diungkapkan Ahok. Ia akan mendukung Anies BaswedanSandiaga Uno dalam mempersiapkan pemerintahan. Ahok mengatakan pendukungnya juga tidak akan mengganggu pemerintahan Anies dan Sandi.

“Saya jamin pendukung saya enggak bakal ribut lah, saya jamin. Kita percaya kok semua Tuhan yang atur. Takdir kan Tuhan yang menentukan. Hidup itu ya begitu,” ujar Ahok.

Ahok mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sudah menerapkan sistem open data. Tim Anies dan Sandi tidak akan kesulitan mendapatkan data untuk menggodok program-program mereka.

Ahok juga mengajak Anies untuk ikut duduk bersama dalam penyusunan anggaran agar janji politik Anies-Sandi bisa terwujud.

“Saya sampaikan pada Pak Anies, ini kan APBD Perubahan saya yang susun, tentu kita mesti duduk bareng. Ini mesti disampaikan ke partai pendukungnya jangan sampai nanti deadlock,” ujar Ahok.

Ahok mengatakan tidak perlu ada tim transisi selama pergantian kepemimpinan. Sebab, gubernur terpilih tidak bisa langsung mengganti pegawai negeri sipil (PNS).

“Ini juga bukan transisi kayak presiden kan. Kan bukan ganti menteri, ini kan PNS-nya masih sama. Beliau ada aturan minimal 6 bulan sampai 8 bulan baru boleh ganti,” ujar Ahok.

 

Wakil ketua tim pemenangan Anies-Sandi, M Taufik mengatakan, pertemuan yang dilakukan Anies dan Ahok bisa meredakan tensi politik yang sebelumnya memanas.

“Sangat penting rekonsiliasi. Lalu masalahnya di bawah ketika calonnya ketemu, pasti ikut ke bawah, turun tensinya,” kata Taufik.

Taufik menilai, suasana panas ini akan segera adem kembali. Menurut Taufik, saat ini masyarakat sudah cukup cerdas untuk bertindak saat melihat calon yang didukungnya telah duduk bersama dan memperlihatkan adanya saling bekerjasama satu dengan yang lain.

“Masyarakat Jakarta punya kesadaran tinggi. Kalau lihat pimpinannya sama-sama, mereka enggak masalah,” ujar Taufik.

Berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei, Anies-Sandi mengungguli AhokDjarot Saiful Hidayat pada Pilgub DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Jika rekapitulasi surat suara KPU DKI Jakarta sama dengan hasil tersebut, pada Oktober Anies-Sandi akan dilantik menjadi Gubenur-Wakil Gubernur DKI menggantikan AhokDjarot yang habis masa jabatannya. SOF/JJ/DRI

Share

Check Also

Serukan Perdamaian Dunia, Pendidikan Islam Nyatakan Deklarasi Serpong

thejak.co – Insan pendidikan Islam dari seluruh Indonesia mendeklarasikan Deklarasi Serpong di ICE BSD Serpong, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *