Senin , 25 September 2017

Banyak Pedagang Pasar Senen Sewakan Lapaknya di Blok V

Masih ada pedagang Pasar Senen Blok I dan Blok II berjualan di area parkir.
Masih ada pedagang Pasar Senen Blok I dan Blok II berjualan di area parkir.

thejak.co – Sebagian besar pedagang Pasar Senen yang berdagang di area parkir Blok I dan II, sudah direlokasi ke tempat penampungan sementara (TPS) Blok V. Meski begitu, tidak sedikit yang masih berjualan di area parkir.

 

Bahkan, berdasarkan informasi yang beredar di lapangan, terdapat sejumlah pedagang yang lebih memilih menyewakan lapaknya di TPS Blok V dan tetap berdagang di area parkir.

 

“Ada yang begitu (sewakan lapak). Teman saya pengusaha plakat lebih suka dagang di area parkir. Jadi lapaknya disewain,” kata Maimun (39), salah seorang pedagang baju bekas di area parkir Pasar Senen Blok I dan II, Jakarta Pusat, Kamis (20/4).

 

Maimun tak mengetahui secara pasti alasan temannya lebih memilih menyewakan lapak di TPS Blok V. Namun, ia menduga ukuran lapak yang dinilai kecil, menyebabkan temannya enggan berdagang di sana.

 

Besaran biaya sewa lapak ditentukan dari luas area berjualan. Sepetak lapak berukuran 1,2 x 1,2 meter dipatok dengan harga Rp 20 juta hingga Rp 35 juta per tahun. “Kalau lebih besar ada yang Rp 40 juta sampai Rp 50 juta per tahun,” ungkap Maimun.

 

Namun saat dikonfirmasi ke pedagang yang menyewakan lapaknya, ia enggan berkomentar lebih jauh. Pedagang tersebut hanya menyatakan sudah pernah mencoba berdagang di TPS Blok V. Namun, lantaran sepi, ia kembali berdagang di area parkir.

 

Sementara itu, menanggapi masih banyak pedagang korban kebakaran Pasar Senen Blok I dan Blok II yang berjualan di area parkir, Edi Santoso selaku Koordinator Trade Center PT Jaya Real Properti (JRP) yang merupakan pengelola Pasar Senen Blok I dan II mengharapkan kesukarelaan para pedagang untuk direlokasi. “Kami maunya menempuh usaha persuasif. Kami mengharap betul kerelaan pedagang biar pindah semua ke TPS,” ujar Edi, kemarin.

 

Terkait keinginan pedagang yang meminta pengelola kembali mengabulkan perpanjangan waktu berdagang hingga Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 25 Juli 2017 mendatang, Edi bersama pihaknya belum menentukan keputusan secara resmi.

 

Bahkan dirinya mengaku kaget atas permintaan pedagang. “Wah yang bener (sampai Lebaran)? Kami belum menentukan sikap. Akan kami diskusikan lagi,” kata Edi. JAK

Share

Check Also

Djarot Ogah Tanggapi Permintaan DPRD

thejak.co – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat enggan menanggapi permintaan DPRD yang menginginkan Nilai ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *