Senin , 25 September 2017

Gerindra Tutup Pintu Buat Kang Emil di Pilgub Jabar

Ridwan Kamil saat melakukan salam komando dengan Prabowo Subiyanto.
Ridwan Kamil saat melakukan salam komando dengan Prabowo Subiyanto.

thejak.co – Kesuksesan Gerindra dan PKS mengusung Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno di Pilgub Jakarta sepertinya akan berlanjut di Pilgub Jawa Barat. Tapi siapakah sosok yang akan diusung untuk menjadi calon gubernur nanti. Apakah Gerindra akan mengusung Ridwan Kamil seperti pada Pilwalkot Bandung lalu. Saat ditanyakan hal ini kepada Anggota Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Jawa Barat Tri Baskoro pihaknya menegaskan tidak akan mengusung pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut.

 

“Saya kira Pak Ridwan Kamil sudah di luar radar. Menurut saya, kalau beliau menerima dukungan dari Nasdem, di mana syaratnya Nasdem itu salah satunya mendukung Pak Jokowi di 2019, itu sudah tertutup buat beliau (Ridwan Kamil),” kata Anggota Dewan Penasihat DPD Partai Gerindra Jawa Barat Radar Tri Baskoro, saat dihubungi, Kamis (20/4).

 

Lanjut Tri, pihaknya masih melakukan pengkajian dan penggodokan nama kader internal untuk disodorkan menjadi bakal calon gubernur nanti.”Untuk di internal partai ada nama Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Sodiq Mudjahid. Kalau dari ekternal ada nama Ketua Kadin Jabar Agung Suryamal,” ucapnya.

 

Saat ditanyakan apakah nama Deddy Mizwar juga masuk radar Partai Gerindra? “Kalau Pak Deddy Mizwar saya belum melihat peluang beliau,” ujarnya.“Namun menurutnya, semua masih bisa berubah. Pasalnya politik itu dinamis. Tergantung kepada komunikasi politik yang dilakukan oleh masing-masing partai. “Politik itu dinamis,” ucapnya.

 

Tetapi, soal koalisi parpol, lanjut Tri, pihak Gerindra dipastikan akan kembali berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera.  “Dugaan saya sudah mengarah kesana. Ya kemungkinan koalisi berlanjut itu sangat besar,” ujarnya.

 

Terpisah itu pengamat politik M Husni berpendapat bahwa euporia kemenangan Anies dan Sandi pastinya memberikan dampak yang bersar di Pilgub Jawa Barat. ”Terutama buat mesin partai PKS dan Gerindra. Nah, Jawa Barat itu merupakan basis masa kedua partai tersebut.” Katanya.

 

Dia juga mebeberkan bahwa, saat Pilpres kemarin Jawa Barat memenangkan Proaboro-Hatta dan bukan Jokowi-Jusuf Kalla. ”Dari petanya sudah kelihatan. Asal, jangan salah pilih kader yang akan diusung,” ujarnya.

 

Sementara itu, pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Firman Manan memperkirakan PDIP akan habis-habisan dalam Pilgub Jabar 2018 mendatang. Pasalnya Jabar adalah salah satu provinsi strategis. Itu dilihat dari jumlah pemilih dan juga wilayah yang berbatasan langsung dengan Jakarta.

 

“Kalau konteks partai saya kira PDIP akan all out di Jabar. Karena ini (Pilgub DKI Jakarta) kekalahan kedua setelah kalah juga di Banten di mana PDIP mengusung Rano Karno,” kata Firman, Kami (20/4).

 

Dirinya memprediksi bahwa PDIP akan mengikuti langkah NasDem yang mengusung Ridwan Kamil menjadi calon Gubernur Jawa Barat.”Saya melihat peluangnya ada di Kang Emil (Ridwan Kamil). Kalau itu, maka koalisi PDIP dan Nasdem akan tetap koalisi di Pilgub Jabar nanti,” tandasnya. JAK

Share

Check Also

Kota Depok Marak Peredaran Obat Keras

thejak.co – Tim gabungan dari Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reserse Kriminal Polresta dan BNN Kota ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *