Rabu , 24 Mei 2017

Insya Allah, DKI Jakarta Punya Gubernur Baru

M Taufik saat menemani pasangan Anies-Sandi mendaftar ke KPUD.
M Taufik saat menemani pasangan Anies-Sandi mendaftar ke KPUD.

TheJak-Walau diserang lewat berita hoax dan pembagian sembako di hari tenang, pasangan Anies-Sandi diprediksi bakal menang.

Sebab, sejumlah lembaga survei yang melakukan survei terkait elektabilitas, Anies-Sandi masih berada diposisi teratas. “Jika tidak curang dan main kasar, Insya Allah Jakarta akan punya gubernur baru,” tegas Wakil Ketua M Taufik saat dihubungi wartawan, Selasa (18/4).

Wakil Ketua DPRD DKI ini menyatakan, Anies-Sandi memang selalu digempur dengan fitnah dan black campaign lewat berita hoax. Bahkan, di hari tenang saja ada pembagian sembako dengan jumlah besar.

Kemenangan Anies-Sandi terlihat dari hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).  Lembaga ini merilis hasil survei pada Rabu (12/4/2017).

Hasil survei itu menunjukkan bahwa elektabilitas Anies-Sandi unggul dari Ahok-Djarot. Anies-Sandi 47,9 persen dan Ahok-Djarot 46,9 persen. Adapun 5,2 persen responden menyatakan tidak tahu dan tidak menjawab.

Survei tersebut digelar pada 31 Maret-5 April 2017. Metode penelitian menggunakan stratified systematic random sampling dengan margin of error 4,7 persen. Dari 800 orang, hanya 446 responden yang bisa diwawancara.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei pada Kamis (13/4/2017). Hasilnya, pasangan Ahok-Djarot memiliki elektabilitas 42,7 persen dan Anies-Sandi 51,4 persen.

Responden dalam survei LSI Denny JA sebanyak 440 orang. Survei dilaksanakan pada 7-9 April 2017 dengan metode multistage random sampling dan margin of error kurang lebih 4,8 persen.

Media Survei nasional (Median) merilis hasil survei terbarunya pada Sabtu (15/4/2017). Dalam survei yang digelar pada 13-14 April 2017, Ahok-Djarot memiliki elektabilitas 47,1 persen, sementara elektabilitas Anies-Sandi yakni 49 persen.

Sisanya, 3,9 persen responden menyatakan belum menentukan pilihan. Survei Median dilakukan terhadap 550 responden warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih dengan metode multistage random sampling, dan margin of error sebesar lebih kurang 4,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sementara hasil survei Indikator Politik Indonesia, pasangan Ahok-Djarot dipilih 47,4 persen responden. Sementara itu, pasangan Anies-Sandi dipilih oleh 48,2 persen responden. Survei Indikator dilaksanakan pada 12-14 April 2017 terhadap 495 responden di seluruh wilayah Jakarta.

“Kita berharap pada Rabu ini adalah kemenangan warga ibukota. Saya yakin warga ibukota itu cerdas dan tidak mau disogok hanya dengan sembako. Dan, warga DKI tidak akan percaya dengan berita hoax,” uangkap M Taufik.

Ketua Gerindra DKI Jakarta ini mendesak kepada Bawaslu agar bersikap tegas kepada pelaku money politic. “Fakta di lapangan sudah jelas, ada pembagian sembako secara sistemik dan ini harus diusut,” tukasnya.

M Taufik juga meminta kepada semua pihak pendukung Anies-Sandi agar tetap waspada. “Jangan sampai lengah, karena kecurangan terjadi di TPS dan saat penghitungan.  Warga juga harus berani menghadang para pemilih siluman,” bebernya.

M Taufik meminta kepada tim sukses, relawan dan seluruh pendukung Anies-Sandi tidak terlena dengan hasil survei. “Mereka harus tetap mengawal jalannya penghitungan suara hingga akhir. Karena, kecurangan terjadi saat ada yang lengah,” ungkapnya.(NS)

Check Also

gubernur dan Wagub DKI terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno didampingi tim sinkronisasi di Rumah Partisipasi.

Waduh, Djarot Tolak Bertemu Dengan Tim Sinkronisasi

thejak.co – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mau bertemu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *