Rabu , 24 Mei 2017

Fahri Hamzah Tak Terima Dituduh Sebagai Pengurus Salah Satu Ormas

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

thejak.co – Penolakan oleh masyarakat Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu (13/5) lalu, menjadi pukulan berat bagi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Menurut warga, Fahri disinyalir anti-toleransi dan dituduh menjadi pengurus Front Pembela Islam (FPI).

 

 

Menanggapi hal itu, Fahri Hamzah langsung membantah pernah jadi pengurus ormas yang diketuai Rizieq Shihab tersebut. “Saya tidak pernah menjadi pengurus FPI,” tegas Fahri di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

 

 

Namun begitu, Fahri mengakui bahwa isu dirinya pernah masuk kepengurusan FPI membuat emosi warga Manado. Alhasil banyak masyarakat yang menerobos bandara untuk menolak kehadirannya. “Saya membantah, memang ini dipakai memanas-manasi seolah saya datang sebagai pengurus FPI,” tandas Fahri.

 

 

Fahri juga menyayangkan kabar yang menyebutnya anti-toleransi. “Saya sayangkan satu kategori fitnah yang menuduh saya anti-toleransi. Saya kira ngawur pikiran itu,” ujarnya.

 

 

Oleh sebab itu, Fahri tak sungkan menantang siapapun yang ingin berdebat Pancasila dengan dirinya. Sehingga pemahaman tentang ideologi dan konstitusi negara, menurut Fahri, bisa dimengerti oleh semua orang.

 

 

“Kalau ada mau berdebat Pancasila dengan saya ayo berdebat, buat kita kuliti pemahaman kita tentang Pancasila masing-masing. Jangan main fitnah, jangan main belakang soal beginian,” tantangnya.

 

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai, penolakan warga Manado atas kehadiran koleganya itu disebabkan miskomunikasi dengan pemerintah daerah setempat. “Karena dikiranya Fahri Hamzah akan datang dengan sekjen salah satu ormas, yang dikhawatirkan menimbulkan hal-hal yang tidak berkenan untuk rakyat di Manado,” tutur Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/5) lalu.

 

 

Padahal, kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat ini, rakyat Manado memiliki sejarah yang baik soal kerukunan dan toleransi beragama. “Namun saya hanya lihat ini masalah kurang komunikasi,” ucap Agus.

 

 

Sedangkan, anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Edhy Prabowo merasa penolakan warga Manado atas kedatangan Fahri Hamzah dianggapnya sebagai bentuk penghinaan terhadap negara.

 

 

Menurut Edhy, kedatangan Fahri ke sana lantaran menjalankan tugas negara dan berdasarkan undang-undang, bukan sebagai pribadi. “Pemandangan tersebut tidak hanya bentuk penghinaan kepada negara, tetapi juga melukai Pancasila,” kata Edhy.

 

 

Ketua Fraksi Gerindra di MPR itu juga mengingatkan, bandara juga aset dan simbol ekonomi negara yang memiliki aturan. Tidak dibenarkan bila sekelompok orang dengan mudah memasuki ruangan, bahkan hingga area lepas landas (apron) pesawat udara, karena dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan ketertiban. DED

Check Also

Ilustrasi LGBT

Pesta Seks LGBT Telah Melanggar Pancasila

thejak.co – Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, mengecam keras praktik prostitusi kaum gay yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *