Selasa , 12 September 2017

Gagal Paham, Walkot Jakbar-Jaksel Disepak?

Walikota Jaksel Trikurniadi
Walikota Jaksel Trikurniadi

TheJak-Jika ingin birokrasi bersih dan berjalan lancar, sebaiknya Anies-Sandi segera melakukan cuci gudang. Nah, siapa saja pejabat yang tidak berkualitas sebaiknya segera disepak.

Beredar kabar, ada beberapa pejabat DKI yang dicap sering gagal paham. Mereka adalah Walikota Jakbar Anas Efendi dan Walikota Jaksel Tri Kurniadi.

“Jakbar dan Jaksel rawan diganti. 2 walikota ini sering gagal paham,” tegas seorang sumber di Tim Sukses Anies Sandi yang namanya enggan disebutkan kepada wartawan, Senin (22/5).

Apalagi saat pilkada, Anas Effendi alias AE dan Tri Kurniadi (TK) diduga tidak netral dan lebih condong ke barisan tim sukses Ahok. “Harusnya kan PNS netral. Tidak boleh pro ke calon dong,” tuding sumber itu.

Wakil Ketua Tim Sukses Anies-Sandi M Taufik menyatakan, pastinya pejabat yang gagal paham harus disepak. Jika tidak bisa merusak program gubernur dan wakil gubernur terpilih.

Kata Taufik, orang yang pantas menduduki kursi walikota adalah mereka yang cakap dalam bekerja dan bukan yang cakap cari muka. “Tipe yang cari muka itu tidak bagus buat masyarakat,” tegas Ketua Gerindra Jakarta ini.

Ia tidak membantah jika AE dan TK terancam kena sepak dari posisinya. “Anies Sandi itu orang cerdas. Jadi mereka tau siapa pejabat pekerja keras dan siapa pejabat yang sering gagal paham,” ucapnya.

Seperti diberitakan, AE sempat dilaporkan oleh Tim Anies Sandi ke Panwaslu dengan dugaan tidak netral. AE disebut-sebut ikut kampanye pasangan cagub-cawagub di Jakbar.

Sedangkan TK pernah disindir Anies lantaran berpendapat agar gubernur dan wakil gubernur dipilih lewat DPRD. Dengan lugas Anies meminta agar TK lebih banyak baca buku.

“Itu wali kota Jaksel (yang mengusulkan)? Pak wali kota bacaannya harus ditambah. Bacaan bukan dalam artian bacaan tertulis, tapi cara membacanya harus diperluas, sebelum sampai pada kesimpulan seberani itu,” ungkap Anies di kediamannya Cilandak, Jakarta Selatan kepada wartawan, Jumat (28/4).

Anies menilai, demokrasi di Indonesia saat ini sudah berjalan di jalur yang benar. Pengalaman Pilkada DKI, menurutnya, justru membuktikan matangnya demokrasi di Indonesia.

Selain AE dan TK, pejabat yang disebut-sebut terancam disepak adalah Arifin. Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta ini juga disebut-sebut tidak netral.

Arifin menggelar program bedah rumah menjelang hari H pencoblosan putaran dua pilkada. Aksi Arifin ini sempat disindir Sandiaga Uno lantaran melihatkan pasangan calon incumbent.

 

Walikota Jakbar Anas Effendi
Walikota Jakbar Anas Effendi

Manuver Ala Pejabat DKI

 Ada gula ada semut. Begitulah kira-kira pribahasa pasca pilkada. Setelah penetapan KPUD, para pejabat mulai kasak-kusuk.

Mereka kabarnya mulai merapat ke barisan Anies-Sandi agar posisinya aman. Bahkan, ada juga yang sengaja membentuk tim lobi untuk merapat ke tim transisi bentukan Anies-Sandi.

Seorang sumber menyebutkan, tim lobi ini juga bergerak untuk mendekati Anies-Sandi. “Anies Sandi harus waspada dengan para penumpang gelap,” tegas pengamat politik UI Budiyatna.

Budiyatna menilai para penumpang gelap itu tentunya punya kepentingan untuk mempertahankan bosnya. “Jangan sampai terkecoh. Ya, penumpang gelap itu selalu ada. Jangankan Jakarta, saat pilpres aja banyak kok penumpang gelap,” ungkapnya.

M Taufik menambahkan, Anies-Sandi itu adalah tokoh cerdas dan paham mana yang berkeringat dan tidak. “Saya pastikan penumpang gelap itu pasti akan gagal. Karena Anies Sandi tau betul siapa yang bekerja saat pilkada,” ucap Wakil Ketua DPRD DKI ini.(NS)

 

Share

Check Also

Jelang Musim Penghujan, Saluran di Jaktim Dikuras

thejak.co – Jelang datangnya musim penghujan, Pemkot Jakarta Timur kebut normalisasi saluran penghubung (Phb) di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *