Jumat , 23 Juni 2017

Jelang Puasa, Makanan Basi Beredar di Super Market

Kem Chicks saat dirazia, kemarin.
Kem Chicks saat dirazia, kemarin.

thejak.co – Jelang bulan puasa banyak peredaran makanan yang sudah kadarluasa. Untuk  Polres Jakarta Selatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar razia makanan dan minumnan di supermarket Kem Chiks, Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017).

 

 

Razia dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Tim BPOM DKI dan petugas kepolisian melakukan pengecekan beberapa jenis makanan mulai dari sayur, buah, hingga makanan kemasan.  Ikut hadir dalam razia ini Kepala BPOM DKI Dewi Prawitasari, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Irmansyah.

 

 

Beberapa petugas BPOM mengecek izin edar makanan menggunakan aplikasi BPOM, Cek BPOM. Petugas hanya menginput nama merk atau nomor izin edar. Secara otomatis aplikasi memberi informasi masih berlaku-tidaknya izin.

 

 

“Kami pakai aplikasi cek Badan POM, data itu kan dinamis jadi belum tentu barang yang tidak tercantum di Cek BPOM itu belum terdaftar karena bisa saja dia belum memperpanjang,” kata Kepala BPOM DKI Dewi Prawitasari di Kemang Raya, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017).

 

 

Berdasarkan pantauan di lokasi beberapa produk dicek petugas seperti makanan ringan, saus, dan lainnya. Bahkan di Kem Chicks ini ada pula laboratorium keliling milik BPOM yang bertugas untuk mengecek kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B.Hasilnya, petugas menemukan produk makanan yang masa izin edarnya telah habis.

 

 

“Kita menemukan produk yang tanpa izin edar, nomor izin edarnya sudah tidak berlaku, kemasan penyok, dan tidak memenuhi ketentuan label. Jadi ada gula batu, tapi judulnya kacang Thailand. Memang diproduksi di Indonesia tapi nomor produksinya tidak sesuai dengan ketentuan,” ungkap kata Kepala BPOM DKI Jakarta Dewi Prawitasari.

 

 

Dia mencontohkan ada pasta impor yang nomor izin edarnya tidak berlaku lagi tetapi produk tersebut menggunakan izin edar produk lain. Ada pula produk yang izin edarnya sudah tidak berlaku lagi tetapi produknya belum kedaluwarsa.

 

 

“Kami menemukan pangan yang nomor izin edarnya sudah tidak berlaku dan ini bukan nomor izin edar yang sesungguhnya, jadi dia menggunakan nomor izin edar produk lain, ini pangan impor,” kata Dewi. Jika masyarakat mengkonsumsi makanan yang izin edarnya sudah habis, BPOM tidak akan menjamin keamanan produk tersebut.

 

 

“Masa berlakunya masih ada, ini masih aman tapi izin edarnya tidak berlaku. Artinya, kalau digolongkan, di sini artinya produk yang sudah tidak terdaftar. Jadi pemerintah tidak menjamin. Jadi kalau masyarakat akan menuntut, tidak bisa,” imbuhnya. Petugas menemukan beberapa makanan kaleng yang sudah rusak atau penyok. Ia menyebut kaleng yang penyok ini berbahaya jika dikonsumsi warga.

 

 

“Jadi ini membahayakan bagi konsumen karena, kalau kemasan penyok, ada bakteri yang bisa hidup dalam oksigen. Ini berbahaya sekali, kalau itu terkonsumsi, akan timbul gejalanya, bisa kejang-kejang. Kalau konsumsinya banyak, mungkin bisa juga meninggal dunia,” ujarnya.

 

 

Karena itu, dia meminta pemilik toko memusnahkan barang tersebut. Sementara itu, produk lainnya juga akan diamankan. Distributor produk tersebut akan dimintai keterangan.

 

 

Petugas juga memeriksa 36 sampel makanan, seperti keripik, bakso, tahu dari Kem Chicks dan dari 5 di antaranya seafood dari restoran Kemang Mansion. Hasilnya tidak ada satu pun makanan yang mengandung empat bahan makanan yang berbahaya.

 

 

Selain itu, dalam razia juga ditemukan daging wagyu shabu-shabu dalam kemasan yang kedaluwarsa.Terdapat empat kotak daging wagyu shabu-shabu yang kedaluwarsa sejak September 2016. Ada daging yang kondisinya sudah berjamur.

 

 

Dewi mengatakan petugasnya menemukan itu agak tersembunyi di antara lainnya. Pihaknya nanti akan memberikan informasi ke Dinas Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan. “Pangan segar kewenangan Dinas atau Sudin KPKP. Kami akan infokan bahwa kami menemukan ini ke dinas,” kata Dewi.

 

 

Dia mengatakan masalah daging kedaluwarsa ini bukan merupakan unsur kesengajaan. “Itu katanya tidak teliti, bukan ada unsur kesengajaan, yang kedaluwarsa empat kotak,” kata Dewi.
 

Sementara itu, penjaga toko Kem Chicks cabang Kemang Mansion, Nandi Firmansyah, mengatakan soal makanan kedaluwarsa itu teknis saja. Dia menegaskan supermarket tidak mungkin menjual makanan kadaluarsa kepada konsumen. “Teknis saja. Saya juga tidak mungkin jual ke konsumen saya. Seharusnya sih tidak ada unsur kesengajaan,” kata Nandi.

Check Also

HT tersangka

Jadi Tersangka, Bos MNC Bisa Ketemu Ahok di Mako Brimob

TheJak-Hary Tanoesoedibjo terancam dibui. Bos MNC Group ini sudah ditetapkan menjadi tersangka. Sumber di Mabes ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *