Kamis , 17 Agustus 2017

PDIP ‘Mengamuk’ Hubungan Jokowi-JK Ingin Diadu Domba

Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla
Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla

thejak.co – Banyaknya pernyataan yang menyebut jika hubungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kental dengan persaingan di tingkat atas, membuat kader PDIP jengkel. Apalagi pada saat Pilkada DKI Jakarta, yang dianggap banyak orang adalah pertarungan kedua petinggi negara tersebut.

 

 

Anggota DPR Fraksi PDIP Maruarar Sirait langsung mengepis dugaan banyak pihak itu. Menurut anggota Komisi XI DPR ini, hubungan keduanya sangat harmonis. “Pak Jokowi dan Pak JK adalah perpaduan yang sangat baik sejak Pilpres dilaksanakan,” ungkap Maruarar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (18/5).

 

 

Maruarar menegaskan pasangan Jokowi-JK merupakan presiden dan wakil presiden yang dipilih rakyat, serta sah secara konstitusional. Keduanya juga merupakan kombinasi yang baik dan saling melengkapi satu sama lain. “Kebetulan saya cukup mengenal mereka berdua dengan waktu yang cukup panjang, sering berkomunikasi dengan mereka berdua,” kata Maruarar.

 

 

Selama ini, bagi Maruarar, Jokowi dan JK sama-sama tahu posisi masing-masing. Jokowi misalnya bergerak dan menjalankan tugas sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, dengan gaya komunikasi lapangan yang memahami denyut nadi kehendak rakyat. “Sementara JK juga sangat tahu dan menempatkan diri sebagai orang kedua Presiden. Jadi, jangan adu domba Jokowi dan JK,” ujar Maruarar.

 

 

“Pak Jokowi dan Pak JK itu perpaduan yang sangat baik sejak Pilpres dilaksanakan. Keduanya juga merupakan kombinasi yang baik dan saling melengkapi satu sama lain,” tandas Maruarar.

 

 

Hal senada juga diungkapkan oleh politisi PDIP lainnya, Masinton Pasaribu. Anggota DPR RI Fraksi PDIP ini mengatakan, tidak ada kerenggangan hubungan antara Jokowi dan JK. “Nggak ada masalah kok. Bagus-bagus saja. Mereka kan saling berbagi tugas,” kata Masinton di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

 

 

Anggota Komisi III DPR ini justru menduga, ada pihak yang sengaja ingin memanas-manasi kondisi politik saat ini. “Yang bilang ramai, kan di luar, itu kan di luar yang ngompor-ngompori. Mereka berdua mah akur-akur saja sampai sekarang,” tandas Masinton.

 

 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pro Joko Widodo (Projo), Guntur Siregar, juga membantah rumor panas yang menyebutkan hubungan Jokowi dan JK semakin renggang. “Itu hanya ada yang manas-manasin. Nggak ada (kerenggangan). Nggak mungkin. Itu tidak benar,” tegas Guntur.

 

 

Menurut Guntur, beredarnya isu keretakan hubungan Presiden dan Wakil Presiden sangat membahayakan negara. “Ini belum move on aja. Ada yang manas-manasin. Sekarang, Ahok kalah apa hubungan dengan hubungan Jusuf Kalla dan Pak Jokowi? Sudahlah, kita ini mau membangun demokrasi ke depan,” tandas Guntur.

 

 

Seperti diketahui, isu tersebut muncul di tengah gejolak massa dan politik pasca kekalahan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, NasDem, dan Golkar atas rival, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, yang diusung Gerindra dan PKS. DED

Share

Check Also

Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi Bakal ‘Dikepung’ Di Pilpres 2019 Mendatang

thejak.co –  Jelang Pilpres 2019, tampaknya sudah mulai banyak pihak yang siap menantang petahana Presiden ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *