Kamis , 17 Agustus 2017

Viral, IRT Jual Keponakan Demi Tebus Sepeda Motor!

Tersangka penjual keponakannya sendiri ke rumah bordir yang jad viral di media sosial.
Tersangka penjual keponakannya sendiri ke rumah bordir yang jad viral di media sosial.

thejak.co – Baru-baru ini pengguna media sosial dihebohkan dengan aksi seorang ibu rumah tangga bernama Sutinah alias Intan alias Tina (40), yang tega menjual keponakannya sendiri ke rumah bordir. Mirisnya lagi, selain sang keponakan kandungnya, Intan juga diduga menjual tiga anak baru gede (ABG) lainnya untuk dijadikan pekerja seks komersial.

 

 

Kini, akibat ulahnya, wanita asal Banyumas itu mendekam di jeruji besi Polsek Panjang, Bandar Lampung, Lampung. Kapolsek Panjang Komisaris Sofingi menjelaskan, Intan menghubungi empat anak perempuan tersebut melalui facebook. Intan sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Keempat korban dijanjikan dipekerjakan di rumah makan di Jakarta,” ujar Sofingi, Senin (15/5). Menurut Sofingi mereka dikumpulkan Intan di sebuah tempat di Banyumas, Jawa Tengah.

 

 

Setelah itu, Intan membawa para korban ke rumah bordir di eks lokalisasi Pemandangan, Panjang, milik Wito. “Ternyata para korban dijadikan pekerja seks komersial bukan bekerja di rumah makan,” terang Sofingi. Sampai di rumah bordir telepon seluler para korban disita oleh Wito. Ini dilakukan agar para korban tidak bisa menghubungi keluarganya. Sebelum menjalankan tugas sebagai pekerja seks komersial, Wito menyuntik Keluarga Berencana (KB) keempat anak tersebut. Tujuannya agar para anak di bawah umur itu tidak hamil.

 

 

Sementara itu, kepada pihak kepolisian, Intan mengaku terpaksa menjual keempat gadis di bawah umur tersebut lantaran tidak kuat hidup susah. Intan mengatakan, awalnya dihubungi oleh temannya semasa menjadi pekerja seks komersial (PSK) di eks lokalisasi Pemandangan. Sang teman meminta dicarikan anak baru gede (ABG) untuk dijadikan PSK di rumah bordir milik Wito di eks lokalisasi Pemandangan. Intan dijanjikan uang Rp 1 juta untuk setiap anak yang dibawanya ke rumah bordir tersebut.

 

 

Pada saat bersamaan, keponakannya berinisial MS meminta dicarikan pekerjaan. Intan membohongi MS dan pura-pura menawarkan pekerjaan di rumah makan di Jakarta. Keponakan berinisial MS ini menerima tawaran itu lalu Intan mencari orang lain sehingga mendapatkan tiga remaja lainnya. Mereka lalu berangkat bersama Intan ke Lampung tempat lokalisasi Wito. “Saya tipu mereka. Saya bawa ke rumah bordir bukan ke rumah makan,” ujarnya. Setelah itu, Intan dibayar Rp 5 juta oleh Wito. Intan melakukan hal tersebut karena butuh uang untuk kebutuhan sehari-hari. “Saya butuh uang untuk bantu suami dan tebus motor yang digadai,” paparnya.

 

 

Intan mengaku pernah menjalani profesi sebagai PSK di eks lokalisasi Pemandangan. Ia memutuskan berhenti lalu pulang kampung ke Banyumas. Di kampung halamannya, Intan bekerja sebagai penumpul barang rongsok. Penghasilan itu diakuinya tidak mencukupi. Itulah alasan Intan akhirnya menerima tawaran untuk mencarikan ABG sebagai PSK. “Saya baru sekali ini cari-cari perempuan untuk dijadikan PSK,” ucapnya. Terungkap, cara perekrutan gadis ABG menjadi pekerja seks komersial selama ini melalui media social facebook. Perekrut utama adalah Intan.

 

 

Kasus ini memancing emosi kalangan netizen. Ada yang meminta agar tersangka dihukum mati, karena telah menghancurkan masa depan anak-anak. “Hukum mati saja pak, biar kapok,” ujar @erni. “Sungguh manusia biadab, demi memenuhi hasratnya rela menjual keponakan sendiri. Pantasnya dipenjara seumur hidup,” kata @wagimin213. “Berhati-hatilah, penjahat bergentayangan di sekitar kita. Banyak kasus, pelaku kejahatan masih ada hubungan saudara dengan para korban,” kata @orangbijak. SIR

Share

Check Also

susi

Heboh, Tagar #StandForSusi Vs #GantiMenteriSusi di Medos!

thejak.co – Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba #GantiMenteriSusi menjadi trending topik di media ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *