Minggu , 21 Mei 2017

Waduh, Djarot Tolak Bertemu Dengan Tim Sinkronisasi

gubernur dan Wagub DKI terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno didampingi tim sinkronisasi di Rumah Partisipasi.
gubernur dan Wagub DKI terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno didampingi tim sinkronisasi di Rumah Partisipasi.

thejak.co – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku tidak mau bertemu dengan Tim Sinkronisasi pasanganGubernur terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk membahas penyelarasan program kerja ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

 

 

“Saya masih fokus untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan dan beberapa kegiatan, saya masih fokus di situ,” kata Djarot di Kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (18/5).

 

 

Penyusunan APBD 2018, menurut Djarot sudah sampai musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan semua datanya sudah masuk ke dimasukan ke dalam elektronik musrenbang.

 

 

Pembahasan APBD 2018 sudah selesai di dalam tahap musrenbang. Nantinya, kata Djarot, Pemprov DKI Jakarta akan menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah(RPJMD). Selain itu, akan disusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

 

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan merasa tidak perlu terburu-buru menjalin komunikasi dengan DPRD DKI untuk memasukkan program unggulan di APBD 2018. Anies khawatir jika hal itu dilakukan, justru mengganggu roda pemerintahan yang dipimpin Plt Gubernur Djarot Saiful Hidayat.

 

 

“Kita sekarang konsentrasi dulu di bagian kita. Kita tidak ingin mengganggu roda pemerintahan Pak Djarot, iklim komunikasi Pak Djarot dengan DPRD. Kita tunda dulu, wong mulai Oktober kita sudah siap,” katanya di Jakarta, Kamis (18/5).

 

 

Anies mengatakan, agenda pertemuan dengan DPRD, khususnya dengan fraksi pendukung Ahok-Djarot, juga belum ada jadwal. Namun, mantan Mendikbud ini mengaku, komunikasi secara informal dilakukan dengan siapa saja, termasuk anggota DPRD. Dan, kata dia, komunikasi itu bisa dilakukan kapan saja.

 

 

“Saya ini kan warga negara, warga kota, dan bisa ketemu dengan siapa saja, nanti kita lihat suasananya,” ujar mantan rektor Universitas Paramadina itu. “Tapi kita tidak ingin mengganggu ritme kerja. Biarlah Pak Djarot menunaikan, menuntaskan,” imbuhnya.

 

 

Terkait belum adanya titik terang pertemuan dengan Djarot, Anies menanggapi santai. Ia dan tim akan fokus untuk menyempurnakan berbagai janji kerja di masa kampanye untuk dijadikan program secara dan teknis dan bisa langsung diaplikasikan Oktober mendatang.

 

 

Anies mengaku tak khawatir jika program-program Anies-Sandi terganjal dan gagal masuk di APBDP 2017 atau bahkan APBD 2018. Dia menyerahkan penilaian sepenuhnya ke masyarakat. “Biar warga Jakarta lah yang nantinya melihat. Kita sih siap-siap saja,” ujar dia.

 

 

Sebelumnya, anggota Tim Transisi Anies-Sandi, Marco Kusumawijaya, mengaku pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih tersebut masih menunggu tanggapan dari Djarot untuk berkomunikasi. Selain bersilaturahim, pertemuan juga dimaksudkan untuk membahasa transisi kepemimpinan di Ibu Kota agar berjalan baik.

 

 

“Beliau (Djarot) sibuk. Dulunya ada dua orang (sama Ahok) sekarang tinggal sendiri kan. Setahu saya, yang meminta ketemu tentu saja gubernur dan wakil gubernur terpilih, kita masih nunggu kabar,” kata dia. JJ/SOF

Check Also

partai

Hore Oktober, KPU Akan Verifikasi Parpol

thejak.co – Verifikasi Partai Politik merupakan syarat multak untuk mengikuti Pmeilu 2019. Karena itu,  Komisi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *