Senin , 23 Oktober 2017

Dizolimi, Mintarsih Mencari Keadilan

Palu-Hakim ok

THEJAK – Kasus perselisihan saham PT Blue Bird tak kunjung menemui titik terang. Mintarsih A Latief, salah satu pemilik 20 persen saham perusahaan taksi terbesar di Indonesia itu merasa dizolimi dan tak mendapat ketidakadilan.

Dia mengaku hingga sekarang mendapat larangan untuk mengelola perseroan.

“Padahal saya bertindak sebagai Direktur Administrasi dan Personalia,” beber dia ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, kemarin malam.

“Sampai sekarang tidak  upaya hukum dalam menggeser (posisi) saya di perusahaan. Buktinya tercantum dalam buku otobiografi berjudul sang burung biru halamaan 268 dan 269,” lanjut dia.

Selain itu, dalam Undang undang perseroan terbatas, Blue Bird yang masih menggunakan UU Perseroan Terbatas tahun 1995 rupanya tidak menyesuaikan dengan UU Perseroan Terbatas tahun 2007.

“Padahal hal itu sudah diatur dalam surat Kementerian Hukum dan HAM nomor 9934 tahun 2012 dan nomor 1150 tahun 2013 tentang perseroan terbatas,” ungkapnya.

Mintarsih mengaku akan terus memperjuangkan keadilan untuk mendapatkan haknya sebagai pemegang saham Blue Bird yang sah.

Sebagai informasi, perkara ini masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“21 Juni nanti, majelis hakim akan membacakan kesimpulan. Kami punya bukti-bukti yang kuat” pungkas dia. NH

Share

Check Also

Milad ke-13, PKS Buat Program ‘Hari Aspirasi Rakyat’

thejak.co – Dalam peringatan Milad ke-13 ini Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ketua Fraksi PKS di DPR ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *