Selasa , 19 Desember 2017

Koridor 13 TransJakarta Dinyatakan Belum Aman

Koridor 13 bus TransJakarta  Ciledug -Tendean Belum memiliki sertifikat layak fungsi (SLF) dari Kementerian PUPR.
Koridor 13 bus TransJakarta Ciledug -Tendean Belum memiliki sertifikat layak fungsi (SLF) dari Kementerian PUPR.

thejak.co -Peresmian koridor 13 bus TransJakarta diundur pada 17 Agustus 2017. Sebab, koridor rute Ciledug-Tendean itu, dinyatakan belum aman untuk digunakan.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan, pihaknya terpaksa membatalkan peresmian koridor 13 bus TransJakarta yang sedianya dilakukan saat hari ulang tahun ke-490 DKI Jakarta pada 22 Juni 2017 mendatang.

“Saya menyampaikan tidak (bisa diresmikan), jangan dulu, kami tunda dulu,” ujar Djarot, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (19/6).

Dikatakan, penundaan peresmian dilakukan karena Pemprov DKI masih menunggu penerbitan sertifikat layak fungsi (SLF) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sertifikat itu menjadi penjamin bahwa jalan layang koridor 13 aman untuk digunakan.

“Sebelum ini aman, jangan dulu. Sehingga, tanggal 22 jangan diresmikan dulu,” ujar Djarot. Djarot juga menambahkan, saat ini sejumlah pengerjaan fasilitas lainnya masih dikebut penyelesaiannya. Seperti tiang berikut lampu di jalan layang sudah dipasang.

“Fasilitas lain sekarang lagi dipasang seperti lampu. Lampu sudah sebagian dipasang, mudah-mudahan segera selesai,” ujar Djarot.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono menuturkan, izin SLF jembatan layang khusus TransJakarta tersebut kini tengah diurus Dinas Bina Marga DKI Jakarta di Kementerian PUPR. Saat ini masih ada pekerjaan yang masih dalam proses penyelesaian.

Di antaranya pemasangan third style locket atau loket masuk dengan tapping in dan out. Namun, kata dia, hal tersebut bisa diatasi sementara dengan menggunakan mesin electronic data capture (EDC) untuk pembayaran tiket.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengklaim  peresmian koridor 13 kemungkinan diundur pada 17 Agustus 2017. “Nanti launching-nya itu mundur, arahannya nanti di tanggal 17 Agustus 2017,” ujar Andri di Balai Kota DKI Jakarta.

Meski begitu, Andri menyebut Pemprov DKI Jakarta akan meminta izin Kementerian PUPR untuk melakukan soft-launching terlebih dahulu sebelum izin SLF terbit. Hanya saja,  Andri belum bisa memastikan kapan waktu soft-launching tersebut dilakukan.

“Nanti kami berkoordinasi kembali dengan Kementerian PUPR, sambil menunggu proses penerbitan SLF, boleh enggak nanti soft-launching,” katanya.

Soft-launching dimaksudkan agar bus TransJakarta bisa mengangkut penumpang sebelum adanya izin SLF. Selama ini, PT TransJakarta belum pernah melakukan uji coba dengan mengangkut penumpang.

“(Soft-launching) boleh dibilang percobaanlah, walaupun percobaan sih sudah terus, kami percobaan yang tidak mengangkut penumpang, nanti soft-launching itu bisa enggak kami mengangkut penumpang,” ucap Andri.

Jika Kementerian PUPR mengizinkan, lanjut Andri, soft-launching koridor 13 akan dilakukan. Namun, jika izin tersebut tidak dikantongi, soft-launching tidak akan dilakukan. BCR/AZS

Share

Check Also

Pemprov DKI Perketat Kualifikasi Sopir Angkutan Umum

THEJAK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan meningkatkan kenyamanan untuk masyarakat pada sektor perhubungan, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *