Kamis , 17 Agustus 2017

Rawan Kecelakaan di Tol, Foto di Kereta & Bus Juga Dilarang, Pemudik Dilarang Selfie

Stasiun Senen mulai dipadati pemudik, Minggu (18/6).
Stasiun Senen mulai dipadati pemudik, Minggu (18/6).

thejak.co  – Peringatan bagi pemudik. Bagi Anda yang akan pulang ke kempung halaman di larang selfie di ruas tol, kereta dan bus. Pasalnya, kegiatan foto selfi berbahaya dapat mencelakai orang lain.

Pelarangan foto selfi bagi pemudik ini dibahas oleh Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya akan berkordinasi dengan Kakorlantas Mabes Polr  terkait larangan selfi di ruas tol. Seperti Gerbang Tol Salatiga yang berlatar belakang Gunung Merbabu

“Tentang pelarangan selfie, saya pikir kita harus dipikirkan 1 tatanan tertentu 1 kelayakan tertentu. Kita akan coba bahas ya. Sampai sekarang ini saya belum tahu kalau ada aturan selfie tersebut tapi kita akan bahas dengan Korlantas karena komando dari mudik lebaran ini adalah Korlantas,” ucap Budi di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga, Senayan, Jakarta, Minggu (18/6/2017).

Selain di ruas tol Salatiga, lanjut Budi, sepanjang jalur tol Cikampek-Palimanan (Cipali) juga dilarang. Jalur Trans Sumatera juga dilarang untuk berfoto-foto. Tak hanya di tol, Kemenhub juga bakal melarang selfi di kereta dan bus antar kota dan antar propinsi (AKAP).

]Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono menyampaikan larangan untuk pengguna tol yang ingin turun untuk berselfie di ruas tol tersebut. Menurut Condro, hal itu sangat berbahaya.

“Berbahaya sekali, bisa kecelakaan. Tidak boleh turun apalagi selfie, dan mengeluarkan anggota badan (dari mobil),” kata Condro. Jika ingin menikmati keindahan panorama di tol tersebut, disarankan berhenti di rest area sembari beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

Condro juga meminta kepada pengelola tol yaitu PT Trans Marga Jateng (TMJ) agar memasang rambu larangan berhenti jika bukan keadaan darurat.

“Saya minta dari pengelola TMJ pasang imbauan jangan berhenti sepanjang jalur. Kedua, PJR nanti juga akan kita lebih rapat penempatannya,” terang Condro.

Sementara itu, kemacetan horor ketika mudik terjadi di Gerbang Tol Brebes Timur (Brexit) tahun lalu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tak ingin hal serupa terjadi di tahun ini.

“Di Brexit akan ada tim-tim yang memang sudah memantau jika sudah 2 kilometer sudah stuck, ini sistem teknisnya seperti apa, teknisnya tentunya akan dikendalikan kepolisian,” ucap Bud.

Budi mengatakan bila dalam rapat koordinasi sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah memberikan arahan kepada para kapolda. Arahan itu adalah untuk melakukan rekayasa lalu lintas berupa buka tutup apabila terjadi kepadatan.

“Bahwa kewenangan untuk membuka tutup daripada tol itu ada ‘wasit-wasit’ yang akan di setiap jalan tol. Jadi itu kendalinya bukan di kapolda lagi, jadi ada tim yang di bawah Kakorlantas,” kata Budi.

Menurut Budi, sistem seperti itu sangat menjanjikan. Nantinya pihak Jasa Marga selaku operator jalan tol juga akan menyediakan aplikasi untuk memantau perjalanan mudik.

“Jasa Marga ada suatu aplikasi tertentu yang bisa me-monitoring daya dukung seperti apa yang masih bisa ditolelir untuk 1 lot Tol Cipali tersebut,” ujar Budi.

 

Tingkat Kecelakaan Tahun Lalu Menurun

 

Meskipun kemacetan arus mudik di tol Brebes Timur horon, akan tetapi tingkat kecelakaan mudik tahun lalu menurun dibanding tahun sebelumnya.

Sejak H-6 hingga H-4 Lebaran tahun lalu, sebanyak 388 kecelakaan terjadi. Dibandingkan dengan H-6 hingga H-4 Lebaran tahun lalu, jumlahnya turun hingga 56 persen.

Dari kecelakaan tersebut, tahun lalu sebanyak 74 korban meninggal. Jumlah ini menurun 76 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebanyak 130 korban. Korban luka berat tahun ini mencapai 130 korban. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah itu juga turun 81 persen dari 235 korban.

Sementara untuk korban luka ringan tahun ini sebanyak 453. Jumlah itu turun 47 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 667 korban. rata-rata kecelakaan terjadi akibat kelalaian manusia. Karena melihat jalanan lowong, mereka mengebut kemudian berbenturan dengan kendaraan lain. Banyak juga yang melanggar marka jalan sehingga menyebabkan kecelakaan beruntun.

Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi tingkat kecelakaan menurun. Pertama, karena program mudik gratis oleh pemerintah. Kemudian, tahun ini Korlantas menyiapkan lebih banyak check point bagi para pengguna sepeda motor untuk beristirahat.NH/HDS

 

Share

Check Also

rianty

Rianty Cartwright Bisan Jadi Artis

thejak.co – Sepertinya Rianty Cartwright sudah mulai bosan jadi artis. Ia pun lebih memilih terjun ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *