Senin , 23 Oktober 2017

Tolak Jadi Cagub Jabar, Boy Pilih Jadi Timses Prabowo

Boy Bernadi Sadikin bersama ketum Partai gerindra Prabowo Soebianto saat menghadiri acaras dukungan terhadap Anies-Sandi di Pilgub DKI @017.
Boy Bernadi Sadikin bersama ketum Partai gerindra Prabowo Soebianto saat menghadiri acaras dukungan terhadap Anies-Sandi di Pilgub DKI 2017.

thejak.co – Mantan politisi PDI Perjuangan (PDI-P), Boy Bernadi Sadikin diminta secara khusus menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang. Permintaan itu sebagai buah dari kesuksesan putera sulung mantan Gubernur DKI Ali Sadikin tersebut mengantarkan Anies-Sandi menjadi gubernur dan wakil gubernur Jakarta di pilgub DKI 2017.

 

 

Kabar itu disampaikan seorang sejawat Boy Sadikin kepada wartawan, Rabu (7/6). Sumber itu mengungkapkan, kesediaan Boy Sadikin tidak kemudian menjadikannya sebagai kader Gerindra. “Pak Boy diminta sebagai ketua timses pilpres (Gerindra) 2019, bukan timses pileg. Pak Boy bersedia, tapi belum mau masuk Gerindra,” katanya.

 

 

Sumber mengaku sempat mendampingi Boy Sadikin saat melakukan pertemuan tertutup dengan elite Gerindra. Untuk meyakinkan Boy Sadikin agar bisa bergabung, pihak Gerindra pun menawarkan jabatan wakil ketua umum.

 

 

Bahkan Boy Sadikin pun ditawari untuk maju sebagai cagub Gerindra di Pilgub Jawa Barat. Hanya saja Boy Sadikin menolak untuk didapuk sebagai cagub. “Kami ngobrol berlima, Pak Boy diminta masuk Gerindra. Pak Boy belum setuju. Diminta jadi cagub Jabar, Pak Boy tidak mau. Beliau mengiyakan ketua timses pilpres,” jelas sumber.

 

 

Pada bagian lain, Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri ditantang melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja pengurus DPD PDI-P DKI Jakarta, serta 28 wakilnya yang duduk di DPRD DKI, menyusul kekalahan telak pasangan Ahok-Djarot dalam Pilgub lalu.

 

 

Demikian diungkapkan Ketua Forum Diskusi Menteng (Fordim), Ivan Parapat kemarin.”Dalam setiap pertarungan politik, seperti Pilgub DKI, tentu ada konsekuensi politik bagi yang kalah, terutama pengurus partai daerah maupun anggota DPRD-nya,” kata Ivan.

 

 

Soal konsekuensi politik tersebut, kata Ivan, pernah disampaikan Megawati sebelum hari pencoblosan pilkada serentak 15 Februari 2017 lalu. Karena itulah Megawati harus berani merombak jajaran pengurus, serta melakukan pergantian wakil mereka di DPRD DKI,” ujar Ivan.

 

 

Sebelumnya, Megawati mencopot Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Kabupaten Serang Ida Rosida Lutfi.Megawati juga mencopot Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI-P Kota Tangerang Hendri Zein dari jabatannya. Surat pencopotan kedua ketua cabang itu ditandatangani Megawati dan Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto, Jumat lalu.

 

 

Pemecatan itu merupakan buntut kekalahan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Sarief dari rivalnya, Wahidin Halim-Andika Hazrumy, dalam pilgub Banten. Hendri Zein digantikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI-P Provinsi Banten Ananta Wahana sebagai Pelaksana Harian DPC PDI-P Kota Tangerang. Sementara Asep Rahmatullah sebagai Pelaksana Harian Ketua DPC Kabupaten Serang. JJ/DRI/SOF

Share

Check Also

DPC PDI Perjuangan Jaksel Optimis Lolos Verifikasi

thejak.co – DPC PDI Perjuangan (PDI-P) makin optimis menghadapi pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang. Loyalis ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *