Selasa , 21 November 2017

CEGAH TERORIS, KOTA BEKASI GELAR OPERASI YUSTISI

FOTO ATAS HLthejak.co – Pemerintah Kota Bekasi menggelar operasi yustisi untuk mencegah pergerakan teroris yang meresahkan masyarakat.

Dalam kegiatan yang digelar dinas Kependudukan Kota Bekasi pada Senin (10/7) bersama dengan TNI dan Polri, petugas mengamankan sejumlah orang dan dikenakan persidangan tindak pidana ringan (tipiring) di terminal setempat.

“Saya warga Durenjaya, Bekasi Timur pak. Kelupaan bawa KTP,” ujarnya. Dia mengungkapkan tidak membawa KTP lantaran tergesah-gesah ingin membeli makanan di Pasar Baru, Kota Bekasi.

Selain itu, memang Mumun jarang membawa KTP karena khawatir kartu indentitas miliknya hilang atau tercecer di jalan. “Bawa KTP tuh paling pas mau pergi jauh saja. Kalau yang dekat rumah seperti ini jarang bawa sih,” kata Mumun.

Walau pun dikenakan denda Rp 30 ribu dalam sidang tindak pidana ringan atau tipiring, Mumun tidak kesal lantaran dia mengakui kesalahan yang diperbuat. “Lain kali saya bakal bawa identitas supaya tidak terkena operasi yustisi ini,” ujarnya.

Senasib dengan Mumun, Adi Adi (35) warga Kota Bekasi lainnya juga diamankan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, tapi karena dia membawa KTP jadi tidak diamankan dan tidak dikenakan denda. “Untungnya saya bawa KTP, jadi tidak kena denda,” imbuh Adi.

Operasi ini tidak hanya memeriksa warga yang berjalan kaki, petugas gabungan tersebut juga memeriksa pengendara motor.

Saat dimintai keterangan Kepala Bidang Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi, Nardi menyatakan, petugas berhasil menjaring 66 warga yang tidak membawa identitas atau KTP, Senin (10/7).

Operasi yustisi yang digelar di Terminal Bekasi, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi ini melibatkan 30 personel gabungan pemerintah daerah, TNI, Kejaksaan Negeri Bekasi, Pengadilan Negeri Bekasi dan kepolisian.

“Dari 66 orang, satu orang di antaranya adalah WNA asal Korea Selatan. Dia terkena denda Rp 100.000 karena tidak membawa KTP,” ujar Nardi pada Senin (10/7).

Nardi mengungkapkan, operasi yustisi ini merupakan kegiatan kedua. Sebelumnya pada Mei lalu petugas telah menggelar operasi di daerah Medansatria, Kota Bekasi.

Saat itu petugas berhasil menjaring 85 warga yang tidak membawa KTP. “Tidak semua yang terjaring itu warga Kota Bekasi. Ada juga yang warga Jakarta, Bogor, Bandung dan sebagainya,” jelas Nardi. JAK

Share

Check Also

GERINDRA SIAP BERIKAN DUKUNGAN PILKADA KE ARIEF R WISMANSYAH

thejak.co – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa pihaknya mempertimbangkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *