Jumat , 21 Juli 2017

Dilantik Djarot, Pejabat Baru Disuruh Tancap Gas

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melantik pejabat baru.
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat melantik pejabat baru.

thejak.co – Para pejabat baru disuruh langsung tancap gas dalam bekerja. Pejabat yang kinerjanya lambat, dipastikan Djarot bisa diganti lagi.

Gubernur DKI Jakrta yang memiliki nama lengkap Djarot Saiful Hidayat itu mengatakan, kinerja pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi dalam waktu satu bulan.

Karena itu, ia meminta mereka langsung beradaptasi dan bekerja cepat di wilayah tugasnya masing-masing. Djarot menegaskan, pejabat yang kinerjanya lambat bisa diganti sebulan kemudian.

Kata Djarot, gonta-ganti pejabat tersebut diperbolehkan selama mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Saya sudah konsultasi dengan Pak Tjahjo saat Hari Bhayangkara, apakah boleh? Kata beliau boleh. Ini bukan untuk saya, bukan untuk anda, tapi semata-mata untuk rakyat Jakarta.

Mari kita bikin bangga rakyat Jakarta,” ujar Djarot saat melantik ratusan pejabat eselon di Balaikota Jakarta, Kamis (13/7).

Djarot menegaskan, bahwa perombakan pejabat DKI kali ini, bukanlah yang terakhir dilakukan meski sisa jabatannya tinggal tiga bulan lagi. Djarot menegaskan, hingga Oktober 2017, masih ada kemungkinan untuk melakukan perombakan lagi.

“Apa ini yang terakhir mutasi? Tidak. Selama mendapat persetujuan dari Kemendagri, kita bisa lakukan mutasi,” ucapnya.

Lanjut Djarot, pejabat DKI yang baru yang dilantik bisa membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Ia berharap, mereka bisa menjadi tim yang luar biasa sampai masa jabatannya berakhir.

“Kami mengusulkan pejabat yang harus bekerja luar biasa mengingat waktunya sangat singkat sampai Oktober untuk menuntaskan berbagai macam pekerjaan rumah. Kita harapkan bentuk tim yang tidak biasa tapi luar biasa,” ujarnya.

Djarot mengatakan, tim luar biasa yang dia maksud ialah yang bisa bekerja keras, fokus, dan tanggap dalam mengatasi berbagai permasalahan di Jakarta.

Selain itu, Djarot berharap pimpinan SKPD yang baru bisa menguatkan penerapan lima tertib di sektor tugas mereka masing-masing.

Lima tertib yang dimaksud adalah tertib hunian, tertib sampah, tertib demo, tertib PKL, dan tertib lalu lintas.

“Ini kan penataan dari sekian ribu pegawai, kami selalu evaluasi dan ada beberapa jabatan yang kosong karena ditinggal pensiun. Jadi perlu penyegaran berupa rotasi, mutasi, dan promosi,” ujar Djarot.

Adapun pejabat yang dirotasi Djarot yakni, 18 pejabat eselon II, 62 pejabat eselon III, dan 146 pejabat eselon IV.

Sementara, Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana berharap perombakan jabatan ini yang terakhir kalinya di masa kepemimpinan Djarot.

“Jika sudah dikonsultasikan ke Mendagri dan mendapat persetujuan, dewan bisa terima. Sebaiknya ini perubahan terakhir hingga akhir masa jabatan Pak Djarot,” ujarnya.

Triwisaksana pun berharap para pejabat yang baru dapat menjalin komunikasi yang baik dengan DPRD. Terlebih terkait pembahasan persiapan APBD 2018 dan APBD Perubahan 2017.

“SKPD baru perlu segera konsolidasi dan berkomunikasi dengan dewan untuk persiapan pembahasan APBD 2018 dan APBDP 2017,” kata pria yang akrab dipanggil Sani ini.

Menurutnya, Pemprov DKI sudah berkomunikasi dengan DPRD terkait perombakan ini. Namun hanya pergantian jabatan walikota atau bupati saja yang memerlukan rekomendasi dari DPRD.

“Untuk jabatan walikota Jakut dan bupati Kepulauan Seribu sudah mendapatkan rekom dewan. Jabatan lainnya menjadi kewenangan penuh Gubernur,” katanya. BCR/AZS/RBN

Check Also

Kantongi Rp 100 Juta Per Bulan, DPRD DKI Dicap ‘Centong Kaleng dan Empedu’

  THEJAK-Pepatah kalau anggota DPRD ‘centong kaleng’ ternyata benar. Walau satu bulan bisa mengantongi dana ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *