Selasa , 21 November 2017

Gerindra Cabut, Pansus Hak Angket KPK ‘Pincang’

Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.
Ilustrasi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta.

thejak.co – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akhirnya memilih keluar dari Pansus Angket KPK. Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Desmond Junaidi Mahesa, membeberkan alasan partai yang dipimpin Prabowo Subianto ini cabut dari Pansus Angket KPK.

Menurut dia, pembentukan pansus itu dari awal tidak memenuhi syarat sesuai dengan Tata Tertib DPR dan UU MD3. “Pembentukan pansus itu awalnya dari lima fraksi. Dua fraksi kala itu yakni Gerindra dan PAN, belum menyetor nama.

Nah, dasar itu kan berarti pembentukan pansus tidak memenuhi syarat UU MD3 dan Tatib. Kalau kami biarkan ini dan tidak bersikap, ya ada sesuatu yang salah, kan?” jelas Desmond.

Alasan kedua, Desmond berujar, rapat-rapat pansus seolah-olah mendadak. Termasuk pula ketika pansus berkujung ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

“Saya sudah bilang tidak setuju, tapi mereka tetap berangkat. Saya bilang, kalau mereka tetap berangkat, Gerindra akan keluar,” tuturnya.

Desmond menegaskan, setelah pansus berangkat ke Sukamiskin itu Fraksi Gerindra sudah tidak pernah aktif lagi. “Nah, ngapain kami tidak aktif, yang seolah-olah kami aktif di dalam. Akhirnya, rapat fraksi memutuskan kami harus keluar dari pansus,” katanya.

Alasan lainnya, tambah Desmond, Gerindra melihat Pansus Angket KPK justru makin terlihat berupaya melemahkan lembaga antirasuah pimpinan Agus Rahardjo tersebut. Hal itulah yang membuat Gerindra merasa tak perlu lagi bertahan di Pansus.

“Kami melihat ada langkah-langkah yang mau melemahkan kelembagaan KPK. Kalau ini yang ada maka kami harus keluar,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR itu.

Menurut Desmod, yang aktif di Pansus Angket KPK pun kini seluruhnya fraksi dari koalisi partai politik pendukung pemerintah.

“Harusnya mereka menguatkan. Kami sebagai partai nonpendukung ya kami keluar. Koalisi pemerintah lah yang melemahkan KPK,” tandasnya.

Senin (24/7) kemarin, Desmond mengatakan surat terkait keluarnya Gerindra dari pansus angket akan dikirimkan. Desmond memastikan sikap fraksi ini sudah sepengetahuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.“Semua sudah sepengetahuan pimpinan pasti,” tegas dia.

Sementara itu, anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengaku belum mengetahui secara pasti keputusan Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) keluar dari Panitia Khusus Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansus Angket KPK).

Sebab, pansus pimpinan Agun Gunandjar itu belum menerima surat resmi dari Gerindra yang menarik diri dari pansus. “Kami belum terima suratnya,” kata Masinton yang juga anggota Pansus Angket KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/7).

Masinton menegaskan, hengkangnya Gerindra tidak akan berefek ke Pansus Angket KPK. Sebab, syarat pembentukan pansus masih terpenuhi. “Tidak (bubar) dong. Kan masih kuorum,” tandas dia.

Setelah ditinggal Gerindra, Pansus Angket KPK kini hanya diisi 6 fraksi. Enam fraksi tersebut semuanya merupakan partai pendukung Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Enam fraksi tersebut ialah PDIP, Golkar, PPP, PAN, NasDem, dan Hanura.

Struktur Pansus Angket KPK terdiri dari 1 pimpinan dan 3 wakil. Jabatan Ketua Pansus Angket KPK diisi oleh Agun Gunandjar Sudarsa Golkar. Sedangkan 3 wakilnya ialah Masinton Pasaribu PDIP, Teuku Taufiqulhadi NasDem, dan Dossy Iskandar Hanura. DED

Share

Check Also

Bersaing di Dunia Global, Sekjen MPR Dorong Generasi Muda

thejak.co – Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono pada Ahad pagi (18/11/2017), meninjau dan menyaksikan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *