Sabtu , 25 November 2017

Inul Nekat Tetap Buka Karaoke telajang?

Wanita yang diduga penari bugil di Karaoke Inul Vizta.
Wanita yang diduga penari bugil di Karaoke Inul Vizta.

thejak.coPraktik tarian striptis di Karaoke Inul Vizta Kediri diduga kuat sudah berlangsung lama. Praktek ini baru sekarang terungkap, setelah digerebek oleh petugas kepolisian. Parahnya, saat digeruduk 4 penari sedang ‘diguyur’ dengan uang 10 juta.

Pengungkapan tarian telanjang ini berasal dari laporan masyarakat yang masuk ke Polda Jatim bahwa ada praktik tarian striptis di tempat karaoke di Kediri. Berdasar itu, petugas dari Subdit Renakta Ditreskerrimum Polda Jatim datang ke sana. Dan ternyata benar, Kamis (13/7) malam kemarin ada tarian panas itu di room 2 tempat karaoke Inul Vizta Kediri.

Para penari dan semua yang terlibat perkara inipun langsung digelandang ke Polda Jatim untuk menjalani pemeriksaan. “Semua dugaan terkait kasus tersebut masih didalami penyidik. Hingga sekarang, penyidikan juga masih terus berlangsung,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha, kemarin.

Sejauh ini, sudah ada satu orang ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka itu disebut bernama Ilham (36) manajer di karaoke Inul Vizta Kediri.

Modusnya, tamu yang hendak menikmati sajian tari panas datang ke tempat karaoke dan membooking room. Kemudian, tamu memesan langsung ke Ilham.

Nah, setelah mendapat orderan itulah Ilham kemudian menghubungi para penari untuk datang ke tempat karaoke tersebut. “Ya, tersangka ini yang mendatangkan penari ke tempat karaoke tersebut,” kata Agung.

Sementara menurut pengakuan Ilham, ia hanya berperan sebagai penyambung lidah ke pelanggan dengan pemandu lagu.

Sedangkan tarif purel untuk menemani karaoke para pelangan berharga Rp 100 ribu satu jam. Sedangkan untuk menari striptis dikenakan tarif berbeda sesuai nego sesuai kesepakatan.

Dari informasi yang diperoleh, tarif penari striptis Rp 500 ribu untuk lima kali lagu. “Ya ada yang segitu tarifnya. Tapi nggak tentu soalnya tergantung kesepakatan. Nego dulu lha, kan harganya itu bisa berbeda-beda,” ungkapnya.

Diguyur Rp 10 Juta

Sementara ke empat penari telanjang yang digeruduk polisi dikenal sebagai pemain lama. Mereka adalah Rosa (23), Popi (32), Wida (31), Caca (26). Diduga saat digerebek empat wanita pemandu lagu itu dalam kondisi tidak mengenakan baju.

Para wanita pemandu lagu atau purel itu memang sengaja didatangkan dari luar alias booking. Kebanyakan penikmat tarian striptis itu berasal dari luar kota Kediri. “Iya memang ada tarian striptis di Inul Vista. Sudah dari dulu itu,” ujar seorang mantan wanita penari striptis yang namanya enggan disebutkan karena privasi, Sabtu (15/7).

Menurut dia, pernah dihubungi oleh Ilham untuk menemani tamu di Inul Vista Kediri. Selain itu, biasanya ia juga membawa tamunya ke tempat karaoke tersebut. “Enggak stand by kok. Ya dihubungi kalau saat ada tamu saja,” imbuhnya.

Ditambahkannya, terkait soal empat penari striptis yang diamankan oleh polisi Polda Jatim tengah menjadi berbincangan hangat di kalangannya.

Bahkan dia juga mengenal keempat penari striptis yang sebelumnya ditangkap karena menyuguhkan tarian striptis di Inul Vista.

Ia tidak menyangka kalau keempatnya itu ditangkap polisi. Bahkan saat ditangkap mobil milik CA masih berada di parkiran atas Inul Vista. “Ya tahu kalau yang ditangkap itu adalah mereka. Kemarin sore sempat curiga keempatnya pasang status di BMM pakai kata bersyukur,” pungkasnya.

Menurutnya, ia mendapat informasi keempat penari striptis itu berada di dalam room dengan dua tamu. Lalu mereka dihujani uang sekitar Rp 10 juta sembari menari telanjang.

“Yang saya tahu itu ada uang Rp 10 juta yang sebarkan di dalam room tersebut. Jadi seperti jebakan batman begitu,” tandasnya.

Tantang Pemerintah, Inul Tetap Buka Karaoke Bugil

Penyanyi Inul Daratista sebagai pemegang hak merek karaoke Inul Vizta, berang pada tuduhan terjadi praktik menyimpang di karaoke tersebut.

“Gak ono (tidak ada ) penari telanjang!” ujar Inul ketika dihubungi melalui WhatsApp (WA).

Menurut Ainurrokhimah, nama asli Inul, tamu di Inul Vizta Kediri memang menjadi target operasi (TO) petugas.

“Saat penggerebekan, tuh tersangka dihajar dan ditelanjangi. Yang ditelanjangi cowok bukan cewek. (Inul Vizta Kediri) Ditutup karena TKP (tempat kejadian perkara) bukan karena ada penari telanjang, gak onoooo,” katanya.

Ditambahkan ibu satu anak ini, banyak pihak berusaha menghembuskan kabar mengenai tempat usahanya untuk menjatuhkan namanya.

“Alhamdulillah biar berita jelek pun aku yakin tetap baik, karena sampai hari ini aku jagain baik-baik,” tambahnya.

Ketika ditanya mengenai sanksi terhadap manajemen Inul Vizta di Kediri atas kejadian tersebut, Inul menekankan tidak akan memberi sanksi apa-apa.

“Kami justru bantu kalau outlet ada masalah dan tidak bersalah,” tegasnya.

Inul menyatakan tekadnya untuk membantu manajemen Inul Vizta Kediri agar bisa kembali beroperasi.

“Aku nggak akan kasih sanksi. Kasihan. Malah harus dibantu biar lekas operasional lagi. Susahnya cari duit,” ujar pedangdut goyang ngebor ini.

Mengenai adanya karyawan Inul Vizta Kediri yang ditahan, lanjut Inul, semata karena dijebak. “Dia dijebak disuruh beli minuman keras di luar gitu aja. Kan kita tidak menyediakan minuman keras,” paparnya.

Karyawannya itu, menurut versi Inul, ditahan lantaran sebagai saksi atas kejadian di rumah karaoke yang memakai label usahanya itu.

“Kejadian yang betul ya seperti yang aku ceritakan ini. Kan memang banyak yang ngarep aku nyungsep. (Inul Vizta Kediri) di police line sampai urusan beres,” urainya. ADT

Share

Check Also

Indonesian Model Search 2017

thejak.co – Setelah melewati serangkaian audisi di 29 kota di Indonesia dari bulan Mei 2017, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *