Kamis , 20 Juli 2017

Kampus Gunadarma Marak Bully

Video mahasiswa Gunadarma berkebutuhan khusus di-Bully yang beredar di YouTube.
Video mahasiswa Gunadarma berkebutuhan khusus di-Bully yang beredar di YouTube.

thejak.co – Sebuah video memperlihatkan aksi bullying kepada seorang pemuda yang diduga berkebutuhan khusus di kampus Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat.

Video dengan judul ‘lmparan tong sampah maut’ beredar luas di media sosial dan menjadi viral. Dalam video itu, disebutkan salah seorang mahasiswa berkebutuhan khusus diganggu oleh beberapa mahasiswa lain.

Mahasiswa berkebutuhan khusus itu sedang berjalan sendiri. Tiba-tiba mahasiswa lain mengganggu dia dengan menarik-narik tas punggung yang dipakai korban ke arah belakang.

Ada mahasiswa lain yang berada di depan korban dan mendorong ke arah belakang. Di sekitar korban juga ada mahasiwa yang bersorak dan bertepuk tangan.

Universitas Gunadarma telah mengantongi nama-nama mahasiswa yang menjadi pelaku pem-bullyan mahasiswa berkebutuhan khusus. Kejadian ini langsung ditangani pihak kampus.

“Kita sedang mengumpulkan data-datanya kita coba klarifikasi dari nama-nama yang sudah kita dapat. Saat ini juga sedang ditangani Wadek 3 Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi (FIKTI),” kata Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Universitas Gunadarma Irwan Bastian, saat dihubungi wartawan, Minggu (16/7).

Diakui Irwan kejadian tersebut akan menjadi bahan evaluasi kampus. Irwan juga mengimbau kepada mahasiswa lain untuk menerima keberadaan mahasiswa berkebutuhan khusus untuk berkuliah di Gunadarma.

“Memang kita akan evaluasi dari kejadian ini untuk treatmen ke depannya apa ada hal-hal khusus atau hal-hal yang berlaku umum sama dengan yang lain.

Saya juga mengimbau pada teman-teman mahasiswa yang lain harus welcome sambut mereka (mahasiswa berkebutuhan khusus) untuk belajar sama-sama,” jelasnya. Pihak kepolisian pun akan menyelidiki kasus bullying tersebut.

“Kalau nanti ada laporan kita selidiki, ada unsur pidananya atau tidak,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu (16/7).

Argo menambahkan, pihaknya akan terlebih dahulu mengecek kebenaran peristiwa tersebut. Selain itu, pihak juga akan mengecek apakah ada pihak yang sudah membuat laporan polisi mengenai kasus bully itu.

“Nanti kita cek dulu ada tidak kasusnya, tentunya kalau memang ada kasusnya nanti pihak dari sana akan melapor,” kata Argo.

Beredarnya video tersebut juga mengundang keprihatinan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Ketua Muslimat NU ini  menyayangkan kejadian bully tersebut. Dia memaparkan data di Kemensos mengenai peristiwa bully yang masuk kategori rawan.

“Jadi sebetulnya soal bullying, saya pernah menyampaikan datanya agak rawan sekali jadi ada sampai 40 persen terutama anak-anak SD sampai SMP ketika di-bully itu frustasinya cukup dalam,” kata Khofifah kemarin.

Keprihatinan juga diungkapkan kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Ia  menilai harusnya perilaku seperti itu tidak terjadi lagi, terutama di lingkungan akademik.

“Ya, mestinya pem-bully-an itu tidak terjadi lagi,” tegas Teten saat ditemui di acara peresmian Akademi Bela Negara (ABN) di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7).

Teten mengatakan, pihak sekolah atau kampus harus mampu membangun kesadaran bersama di kalangan civitas akademika untuk tidak lagi melakukan bully.

“Itu wilayah dari sekolah atau kampus, bagaimana membangun kesadaran bersama di kalangan civitas akademika, mahasiswa, kepala sekolah, guru dan siswa, semua untuk tidak lagi melakukan pembulian,” katanya.

Teten juga menilai, perilaku bully tersebut lebih kepada standar etika. Civitas akademika harus harus memiliki respek terhadap sesama.

“Jadi ini saya kira lebih ke standar etika, terus respek terhadap sesama. Saya kira ini lebih kepada civic education,” katanya. DED

Check Also

Pretty Asmara ditangkap polisi.

“Artis Yang Mau Pesta Sabu Hubungi Pretty Asmara”

  THEJAK-Jagat hiburan kembali geger. Adalah Pretty Asmara yang diciduk oleh jajaran kepolisian Polda Metro ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *