Senin , 25 September 2017

Merokok Sembarang di Depok Bakal Dipenjara

Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok di Kota Depok.
Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok di Kota Depok.

thejak.co – Anda para perokok aktif patut waspada jika berkunjung ke Kota Depok, sebab jika tidak, akan bisa jadi ditangkap dan dikenai hukuman tiga hari penjara atau denda Rp 50  juta.

Hal ini dikarenakan ada terdapat Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang akan menindak tegas kepada para pelanggar.

“Artinya, sebagai penegak Perda, maka pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, berbagai upaya terus melakukan mensosialisasikan bahaya merokok di ruang pupblik,” ujar Kasatpol PP, Kota Depok, Dudi Mi’raz, kemarin.

Diungkapkannya, dalam menegakkan perda ini pihaknya tidak sendirian, sebab akan dibantu dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya seperti  Dinas Kesehatan (Dinkes)  dan Dinas Sosial ( Dinsos).

“Kami juga sudah kerja sama dengan beberapa pusat perbelanjaan di Kota Depok untuk menjalankan Perda KTR sebagaimana mestinya. Perda tersebut sudah diterapkan, dan yang melanggar akan dikenakan sanksi ataupun denda sesuai aturan yang berlaku,” jelas Dudi.

Lanjut dia, untuk sosialisasi perda ini membutuhkan banyak kesabaran. Sebab, masih saja ada segelintir orang yang tidak mengindahkan Perda KTR. Namun, jika cara persuasif tetap tidak diindahkan, Satpol PP terpaksa bertindak tegas menertibkan masyarakat yang melanggar aturan.

“Masih banyak orang yang sengaja merokok di pusat perbelanjaan, padahal sudah jelas-jelas ruangan tersebut ber-AC. Untuk itu kami ingatkan, kami sita puntung rokok dan asbaknya lalu kami data KTP yang bersangkutan. Kita juga panggil pihak pengelolanya,” tutur Dudi.

Dudi juga menegaskan, bahwa untuk efektivitas penerapan KTR, Satpol PP Kota Depok masih terus melakukan soalialisasi ke berbagai wilayah. Ini merupakan program Satpol PP untuk menegakkan Perda KTR dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya menghargai orang lain.

“Sosialisasi KTR segera dilakukan kembali Agustus mendatang. Sebab, orang lain juga butuh udara bersih, mereka berhak mendapatkannya. Untuk itu, para perokok kami imbau agar tidak merokok di kawasan yang telah ditetapkan. Jadi, dengan sosialisasi terus menerus dapat memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat arti penting dari udara bersih dan sehat,” ujarnya.

Seperti ketahui pemerintah Kota Depok Pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sejak Januari 2015. Dalam perda tersebut diatur tentang kawasan dan sanksi bagi para perokok yang melanggar.

“Sanksi tidak hanya diberlakukan bagi pelanggar individu, tapi kepada badan usaha juga karena mereka juga turut bertanggung jawab terhadap KTR sebagai penentu kebijakan di wilayahnya,” jelas Kepala seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Depok Intan Yustisiawati.

Hal ini juga disebutkan di Perda No.3 Tahun 2014, bahwa badan hukum/usaha juga bertanggung jawab atas KTR. Karenanya badan hukum/usaha yang membiarkan aktivitas merokok dilingkungannya akan dikenakan sanksi tiga bulan kurungan atau denda Rp50 juta.

Selain itu Pemkot Depok juga menekankan kepada badan hukum/usaha untuk menetapkan area merokok ditempatnya. Namun demikian dari tujuh kawasan tanpa rokok, yaitu fasilitas kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat umum, tempat kerja, tempat bermain anak, tempat ibadah dan angkutan umum, hanya tempat kerja dan tempat umum yang boleh menetapkan area merokok. MUL

Share

Check Also

Kota Depok Marak Peredaran Obat Keras

thejak.co – Tim gabungan dari Satuan Reserse Narkoba, Satuan Reserse Kriminal Polresta dan BNN Kota ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *