Sabtu , 26 Mei 2018

Nih, Kawasan Kramat Tempat Bertapa Raja-raja Sunda di Bodetabek

Pancuran Tujuh Pancoran Mas, Depok.
Pancuran Tujuh Pancoran Mas, Depok.

thejak.co – Bertapa atau terakat (dalam Islam) merupakan proses mendekat diri kepada sang penguasa alam.

Prosesi tapa sendiri kerap dilakukan selain untuk mendekatkan diri kepada sang penguasa alam,  terkadang prosesi ini dilakukan untuk mengasah ilmu kebatinan atau menunaikan hajat.

Nah, di Bodetabek dan Banten ternyata banyak tempat-tempat petapaan yang memang jika digali memiliki sejarah panjang dan  menarik untuk digali.

Seperti  di Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Di sana ada situs berupa peninggalan sejarah zaman megalitikum. Situs ini telah menjadi cagar budaya Kabupaten Serang, letaknya tidak jauh dari pusat industri di Kecamatan Kibin tepatnya di Jalan Tambak Pamarayan, Desa Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang.

Peninggalan sejarah ini disebut Situs Patapan. Karena pada abad ke delapan, dimana bangunan ini diperkirakan berdiri untuk digunakan oleh raja-raja Hindu sebagai tempat pemujaan, altar dan bertapa.

Di massa Kesultanan Hasanudin Banten, diceritakan situs patapan ini dijadikan tempat pelarian Prabu Pucuk Umun yang saat itu kalah menyambung ayam dengan Sultan. Ia tidak ingin memeluk Islam bersama pengikutnya.

Setelah mengetahui persembunyian Prabu Pucuk Umun, yang pada saat itu ia sedang membuat kursi dan meja, Sultan Hasanudin mengejarnya, namun Prabu Pucuk Umun bersama pengikutnya berhasil melarikan diri dengan menceburkan diri ke Rawa Ciateul.

Tidak hanya di Serang, di Bogor Kota juga terdapat tempat petapaan yang terkenal yaitu Bukit Badigul. Tapi sayangnya bukit tersebut kini telah diratakan tanah karena kawasan tersebut dikuasai oleh pengembang swasta.

Pada hal berdasarkan catatan sejarah, bukit tersebut tempat bertapa atau bersemedi Raja Padjajaran yang masyur yakni Prabu Siliwangi.

Tempat petapaan yang menarik di Bodetabek adalah Pancoran Mas, Kota Depok. kawasan ini dahulunya merupakan kawasan yang memang jalur perlintasan.

Tapi, berdasarkan cerita orang-orang turun menurun, Pancoran Mas dahulu merupakan tempat bertapa para orang sakti.

Selain itu Pancoran Mas juga dikabarkan sebagai tempat berkumpul para orang berpengaruh di Bumi Pasundan dalam rangka membicarakan nasib negara pada waktu itu.

Keberadaan Pancoran Mas kini pun berbeda dengan masa lalu. Saat ini masjid megah berdiri di sana, tetapi keberadaan sumur tujuh di Pancoran Mas tetap menjadi magnet bagi mereka yang mempercayai dunia mistik. JAK

Share

Check Also

Yayasan Darul Rizki Pratama Bantu Warga Masjid Al-Aqsa

Thejak.co.id-Duka warga warga Palestina merupakan duka seluruh umat Islam dunia. Bayangkan, setiap hari selalu terdengar ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *